Soal Poster Raja Jokowi, PDIP Ibarat “Mendulang Air Terpercik Muka Sendiri”

Beredar poster Joko Widodo mengenakan kostum ala Raja di Jawa Tengah

MONITOR, Jakarta – Akhirnya terungkap sudah siapa pemasang alat peraga kampanye bergambar capres Joko Widodo (Jokowi) dengan atribut mahkota raja di sekitar wilayah Banyumas. Ternyata, yang membuat dan memasangnya adalah pendukung Jokowi sendiri.

Padahal sebelumnya, sejumlah kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) berang dengan keberadaan poster tersebut dan terlanjur menuding ada pihak tertentu yang sengaja melakukan hal tersebut untuk menjatuhkan Jokowi menjelang pilpres 2019.

PDIP menduga ada ‘orang besar’ di balik pembuatan dan penyebaran poster Jokowi mengenakan pakaian raja di Jawa Tengah. Dugaan itu berdasarkan perhitungan jumlah poster berikut pemasangannya yang diperkirakan memakan biaya antara Rp 3,5 hingga Rp 4 miliar.

Ada yang Ingin Jatuhkan Jokowi

Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah Bambang Wuryanto mengatakan berdasarkan informasi yang dihimpun pihaknya, terdapat sekitar 10 poster Jokowi Raja di setiap desa di Jawa Tengah. Sementara jumlah desa di Jawa Tengah sebanyak 8.559 desa.

“Ini analisis, analisis kan subyektif bukan fakta… Berarti ada 85 ribu lebih poster terpasang. Sekali pasang, yang memasang dapat uang Rp5 ribu per poster plus dengan bambu dan tali Rp5, jadi total Rp10 ribu per pasang,” kata Bambang.

“Dikali berapa, itu sudah kelihatan angkanya besar, belum lagi biaya cetak, pemesanan, dan pengiriman. Jadi ini melibatkan uang besar, di dalam cara berpikir kami, uang yang keluar tidak kurang dari Rp 3,5 sampai Rp 4 miliar. Ini uang besar, tentu yang punya gawe ini orang punya duit,” Bambang menambahkan.

Bambang tidak mau berspekulasi soal pihak yang mendalangi penyebaran poster Jokowi Raja. Namun dia menduga ada skenario besar jika pihak yang menyebar itu ternyata lawan politiknya Jokowi. “Kalau orang besar itu pendukung pak Jokowi atau pendukung PDIP, ya, maaf berarti pendukung yang pemahaman organisasi dan budayanya rendah,” kata dia.

Bambang menuturkan PDI Perjuangan akan menurunkan poster-poster itu secara bertahap sambil menunggu dalang poster Raja Jokowi itu datang memberikan klarifikasi. Kata Bambang, partai menjamin keamanan dan keselamatan yang bersangkutan.

“Kami menunggu rawuh (datang) sang pemilik poster, yang saya pastikan punya duit cukup banyak. Silakan datang dengan sikap kesatria, saya jamin keamanan dan keselamatan serta tidak akan ada kekerasan”, ujar Bambang.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Abdul Kadir Karding sebelumnya juga menyatakan, penyebaran dan pemasangan poster Jokowi Raja bertujuan untuk menurunkan elektabilitas Jokowi dan PDI Perjuangan. Poster tersebut seolah mengesankan Jokowi gila kekuasaan dan ingin disembah layaknya raja.

“Saya kira ada satu kegiatan yang terencana yang tujuannya adalah menggerogoti elektabilitas Jokowi, begitu pula juga dengan PDIP,” ujar Karding dalam pesan singkat, Selasa 13 November 2018.

Karding menuturkan pemasangan poster ‘Raja Jokowi’ tersebut merupakan politik kotor untuk mengalahkan Jokowi di Pilpres 2019. Sebab, ia mengklaim pemasangan poster tersebut dipasang tanpa sepengetahuan TKN Jokowi-Ma’ruf.

Gudang Penyimpanan Poster Ditemukan

Tak lama kemudian, lokasi penyimpanan ini justru ditemukan oleh relawan Projo dan Pengurus PDIP Kecamatan Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah.

Sekretaris PAC PDIP Kecamatan Bumiayu, Marhendi mengatakan, lokasi penyimpanan poster Raja Jokowi ini bermula dari laporan Yunal salah seorang relawan Projo. Disebutkan, awalnya Yunal mengenal Ade Irmanus Sholeh yang menjabat sebagai Koordinator Kaukus Anak Muda Indonesia (KAMI), dan juga orang yang bertanggunngjawab terhadap pemasangan poster raja Jokowi di wilayah Banyumas.

“Secara kebetulan, Ade dan Yunal itu tetangga. Keduanya warga Desa Dukuhturi Bumiayu,” ujar Marhendi, Jumat 16 November 2018. Sejak poster raja Jokowi ramai diperbincangkan, Yunal meminta kepada Ade sampel poster tersebut untuk dilaporkan ke pengurus. Permintaan itu dipenuhi dengan membawa 200 lembar poster raja Jokowi.

“Jadi Ade itu koordinator untuk wilayah Banyumas. Gudangnya ada di Ajibarang Banyumas. Sejauh ini Ade melakukan pemasangan di Banyumas bukan di Brebes,” ungkap pria yang akrab dipanggil Hendi itu.

Menurut Hendi, selain poster bergambar Raja Jokowi, tiap tiap koordinator juga menerima poster ucapan Maulid Nabi Muhammad SAW. Hanya saja, poster Raja Jokowi masih tersisa karena adanya pelarangan dari pengurus PDIP.

Pemasang Poster Relawan Jokowi

Dari keterangan Ade, pemasangan poster ini dilakukan oleh relawan pendukung Jokowi yang tergabung dalam Kaukus Anak Muda Indonesia atau disingkat KAMI. Mereka mendapat suntikan dana pemasangan sebesar Rp 22.768.000.

Ketua DPC PDIP Brebes, Indra Kusuma menyatakan, pemasangan poster itu bukan dilakukan oleh jajaran pengurus dan anggota PDIP. “Ada instruksi dari pimpinan kami di Jateng untuk mencopot poster poster bergambar raja Jokowi. Itu karena bisa menjatuhkan Pak Jokowi,” ujarnya singkat.

Gudang penyimpanan poster dan baliho Raja Jokowi untuk wilayah Banyumas telah ditemukan. Lokasi penyimpanan ini justru ditemukan oleh relawan Projo dan Pengurus PDIP Kecamatan Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah.

Peran Ade sebagai koordinator pemasangan baliho dan poster raja Jokowi diungkap oleh Pengurus PDIP Kecamatan Bumiayu dan relawan Projo setempat. Ade mengaku dirinya memasang poster itu karena mendukung Jokowi dua periode. Kepada pengurus PDIP, Ade menceritakan semua yang terkait dengan peredaran poster tersebut.

“Yang memasang itu anggota KAMI (Kaukus Anak Muda Indonesia) yang sudah deklarasi dukung Jokowi dua periode,” tutur Ade. Sebelum mendapat tugas memasang poster raja Jokowi, lanjut Ade, semua koordinator kota dan kabupaten diundang oleh koordinator dari pusat di Jalan Siliwangi Semarang beberapa hari lalu. Dalam pertemuan itu, anggota KAMI deklarasi dukung Jokowi.

“Kalau tidak salah pertemuan itu sebelum tanggal 5 November 2018 di Jalan Siliwangi Semarang. Sehabis pertemuan itu, tidak lama logistik dikirim ke daerah,” ucap Ade.

Dia mengungkapkan, selain deklarasi, pertemuan itu juga membahas rencana pemasangan baliho bergambar Jokowi. Hanya saja dalam pemaparan materi, pengurus pusat tidak menjelaskan secara jelas spesifikasi gambar Jokowi yang akan dipasang.

“KAMI semua koordinator kota dan kabupaten tidak dijelaskan secara gamblang dan jelas terkait spesifikasi gambar. Hingga akhirnya pengurus PDIP merasa keberatan dengan gambar Jokowi yang mengenakan mahkota dan logo partai,” papar Ade.

Ade mengaku, meski berstatus sebagai warga Bumiayu Brebes, namun dirinya merupakan koordinator wilayah Banyumas. Saat ini sudah banyak poster yang dipasang di wilayah Banyumas.

“Brebes ada sendiri koordinatornya. Namanya Ali. Waktu pertemuan di Semarang, Ali tidak terlihat, namun tetap mendapat kiriman paket poster,” imbuhnya.

Jumlah poster yang diterima ada dua macam, yaitu Poster Jokowi dan ucapan Maulid Nabi Muhammad SAW. Setiap kabupaten dan kota tidak sama jumlah poster yang diterima, tergantung jumlah desa dan kelurahan. Satu desa akan mendapat 10 lembar baliho dengan rincian 5 poster raja Jokowi dan 5 ucapan Maulid Nabi Muhammad SAW.