Peran Ayah dalam Parenting Zaman Now

1005
Dr. Judhiastuty Februhartanty

Oleh: Dr. Judhiastuty Februhartanty

Parenting berasal dari kata parent dalam bahasa Inggris yang artinya adalah orangtua, di mana di dalamnya terkandung makna ibu dan ayah. Dalam praktik parenting masa kini, telah banyak diulas pentingnya sosok ibu juga ayah dalam proses perkembangan anak. Namun, penguatan sosok keduanya dalam norma parenthood di Indonesia nampaknya masih perlu digalakkan khususnya di wilayah pedesaan atau pada golongan masyarakat sosial-ekonomi menengah ke bawah.

Dalam pemahaman tradisional, membesarkan dan mengurus anak dipandang menjadi urusan utama ibu. Dan ayah berfungsi utama sebagai pencari nafkah. Sesungguhnya, kompleksitas menjadi orangtua dimulai sejak sepasang laki-laki dan perempuan menikah. Paparan informasi dan pengaruh yang diperoleh sebelumnya oleh suami dan istri ini akan membentuk pemahaman yang berujung pada pembentukan pola parenting yang dipraktikkan.

Saat kehamilan terjadi, banyak suami yang turut menemani istrinya pergi memeriksakan kehamilan dan kesehatan, namun tanya jawab dengan tenaga kesehatan umumnya dilakukan oleh sang istri. Saat persalinan, suami lebih berperan sebagai penyandang dana yang berhadapan dengan urusan administrasi persalinan. Saat sang buah hati sudah dilahirkan, banyak ayah yang menyerahkan proses perawatan anak sepenuhnya kepada istri dan/atau keluarga istri.

SEAMEO RECFON (organisasi Menteri Pendidikan se-Asia Tenggara yang membidangi aspek pangan dan gizi) yang juga merupakan Pusat Kajian Gizi Regional (PKGR) Universitas Indonesia berkomitmen penuh dalam mengembangkan pendidikan, peningkatan kapasitas, penelitian serta penyebaran informasi di bidang pangan dan gizi. SEAMEO RECFON telah melakukan beberapa kajian penelitian terkait gizi ibu dan anak dan menemukan fenomena yang tidak jauh berbeda dari yang disampaikan di atas.

Lebih jauh lagi dalam salah satu kajian ditemukan bahwa kepatuhan pemeriksaan kehamilan dan konsumsi tablet tambah darah pada ibu hamil ternyata dipengaruhi oleh suami yang berperan sebagai pendukung ibu hamil. Pentingnya pemeriksaan kehamilan dan konsumsi tablet tambah darah selama proses kehamilan dalam mengurangi risiko kematian ibu dan bayi tentunya menunjukkan peran kunci ayah dalam proses ini.

Kajian lainnya menemukan bahwa ayah yang memberikan dukungan psikologis kepada ibu menyusui mampu mempengaruhi ibu menyusui untuk memberikan ASI (air susu ibu) sesuai rekomendasi kesehatan. Peran ayah seperti menjadi teman diskusi bagi ibu tentang kesehatan dan perawatan anak nampak seperti peran sepele namun dirasakan sangat membantu meningkatkan kepercayaan diri ibu menyusui untuk memberikan ASI yang terbaik bagi sang buah hati.

Dalam kajian ini juga ditemukan bahwa kebanyakan suami menyebutkan istrinya sebagai teman tukar pikiran, sementara untuk istri, selain dengan ayah, mereka juga bertanya dan berdiskusi dengan kader Posyandu dan tenaga kesehatan. Temuan ini menunjukkan bahwa ayah mempunyai jejaring yang lebih sempit dibandingkan ibu dalam hal mencari informasi seputar gizi dan kesehatan ibu dan anak.

Oleh karenanya, dalam hal ini ayah dan ibu merupakan satu entitas. Perolehan informasi yang benar juga mendukung ayah dan ibu untuk tidak menggunakan susu formula namun memberikan ASI Eksklusif selama 6 bulan pertama pasca persalinan. Praktik ini juga bermanfaat dalam memberikan dampak penguatan ekonomi rumah tangga.

Indonesia memperingati Hari Ayah Nasional setiap tanggal 12 November. Peringatan ini tentunya menggambarkan pemahaman nasional akan peran penting ayah dalam keluarga, terlebih lagi dengan dicanangkannya Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK). Penggalakkan peran ayah dalam mendukung secara aktif gizi ibu dan anak perlu didukung dengan pengarusutamaan informasi dan layanan gizi dan kesehatan ibu dan anak yang juga dapat diakses oleh para ayah.

Selain itu salah satu perilaku sebagian para ayah di Indonesia yang mempengaruhi kesehatan keluarga adalah merokok. Bentuk dukungan nyata yang dapat dilakukan para ayah terhadap kecintaannya kepada kesehatan keluarga adalah mengurangi atau bahkan berhenti merokok.

Dengan menghentikan merokok, anggaran belanja dapat dialihkan untuk membeli makanan bergizi bagi keluarga. Hal ini tentu saja berkontribusi terhadap terciptanya lingkungan yang lebih sehat bagi ayah dan keluarganya di lingkungan tempat tinggal mereka.