Realisasikan Naturasi Sungai, Anies Gandeng Komunitas Ciliwung

1024
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, saat menghadiri peringatan Hari Ciliwung di Jalan Munggang, Kramatjati, Jakarta Timur, Minggu 11 November 2018. (foto: Asep Syaepudin/monitor)

MONITOR, Jakarta – Komitmen Pemprov DKI untuk merealisasikan program naturalisasi sungai tak perlu diragukan. Buktinya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, menggandeng semua elemen masyarakat salah satunya komunitas Ciliwung untuk menjaga ekosistem sungai yang ada di Jakarta.

“Ekosistem yang ada di sumua sungai yang ada di Ibu kota harus kita jaga bersama-sama. Ada 13 sungai mengalir di Jakarta kita jaga ekossitemnya dengan program naturalisasi sungai,”ujar Anies saat menghadiri peringatan Hari Ciliwung di Jalan Munggang, Kramatjati, Jakarta Timur, Minggu 11 November 2018.

Menurut Anies, untuk pengembalian kehidupan sungai-sungai di Jakarta tidak hanya menjadi tanggungjawab pemerintah, melainkan juga masyarakat. Karena itu, Pemprov DKI menggandeng komunitas-komunitas, seperti Komunitas Ciliwung Condet.

“Kita berkomitmen di Jakarta, karena itu kita ingin berkolaborasi. Kita harap dengan komunitas Ciliwung Condet ini kita harap bisa membangun kembali ekosistem. Bukan dengan memasang semen, beton, batu. Tapi kita membuat ekosistem biologinya tumbuh,” ujarnya.

Anies juga mengingatkan warga menjaga kebersihan sungai dengan tidak membuang sampah di sungai. Dia berharap, dari hulu sampai hilir menjaga kebersihan sungai. “Jangan jadikan sungai sebagai jalur pembuangan sampah. Sungai bukan saluran pembuangan sampah,” pintanya.

Hari Ciliwung diperingati setiap 11 November. Penetapan Hari Ciliwung ditandai dengan penemuan penyu raksasa pada 11 November 2011 di aliran Ciliwung. Sejak saat itu, pegiat Ciliwung menetapkan Hari Ciliwung karena penemuan penyu menandakan masih terdapat tanda kehidupan di Ciliwung.

Koordinaor Komunitas Ciliwung Condet, Abdul Kodir mengatakan peringatan Hari Ciliwung serentak dilakukan oleh Komunitas Ciliwung di Bogor dan Depok.

“Mulai dari hulu, tengah dan hilir. Di Kabupaten Bogor ada empat titik. Di Depok ada tiga titik, dan di Jakarta ada dua titik,” ungkap Kodir.

Dia menekankan pentingnya perlindungan sungai dari kerusakan ekosistem. Menurutnya selain menjadi tempat hidup aneka satwa, sungai juga menjadi sumber kehidupan warga setempat.

“Sungai kita perlu mendapatkan perlindungan dari kita untuk memulihkan keberagaman sumber hayati yang ada di Ciliwung. Kami harap di tempat ini ada lagi tempat-tempat di ciliwung menjadi tempat berkumpul dan apresiasi,” pungkasnya.