NASIONAL

PSI: Politik Genderuwo Tebar Ekonomi Pesimisme dan Ketakutan

MONITOR, Jakarta – Juru Bicara PSI Bidang Ekonomi, Industri, dan Bisnis Rizal Calvary Marimbo, menilai ciri-ciri politik genderuwo juga menebar pesimisme dan ketakutan di bidang ekonomi.

“Misalnya saat rupiah melemah, ekonomi Indonesia disebut melemah bahkan mau runtuh dan Indonesia mau bubar. Faktanya tidak begitu. Bahkan rupiah saat ini penguatanya teratas di Asia,” ujar Rizal dalam rilis yang diterima MONITOR, Minggu 11 November 2018.

Tak hanya itu, sambungnya, ekonomi Indonesia juga ditakuti-takuti dengan mengeksploitasi utang Indonesia. Seakan-akan utang Indonesia yang terbesar sedunia dan tak mampu untuk dibayar.

“Faktanya rasio utang kita termasuk terkecil di dunia, tidak sampai 30 persen atas Produk Domestik Bruto (PDB), dan Indonesia merupakan negara pembayar utang paling taat,” ucap Rizal.

Menurutnya, modus operandi poliltik genderuwo dibidang ekonomi yakni dengan melakukan markup data-data ekonomi yang ada atau dengan membuat data sendiri. Data yang bertentangan dengan data dari badan resmi.

“Selain itu, tafsirnya lebay, dilebih-lebihkan. Tujuannya agar pelaku usaha dan masyarakat menjadi takut berkegiatan. Opini-opini dibangun dengan suara keras dan masif untuk melakukan framing di benak masyarakat bahwa ekonomi akan suram ke depan,” ucap dia.

Setelah sukses menakut-nakut publik, tambah Rizal, ditawarkan ide-ide dan program-program atau resep-resep ekonomi yang tidak masuk akal. “Misalnya, menyetop impor secara total, mengobral subsidi, menutup investasi asing secara paripurna dan sebagainya,” ucap Rizal.

PSI berharap agar para politisi menjelang Pemilu 2019, menebar ekonomi optimisme dan membangkitkan harapan bagi rakyat.

”Angka-angka dan data-data ekonomi harus dilihat secara realistis dan juga membangkitkan optimisme. Politik bangsa yang baik itu adalah bahkan membangkitkan optimisme meski di tengah data-data ekonomi yang kurang menggembirakan. Apalagi kalau data-data ekonominya relatif bagus dibandingkan negara lain,” ucap Rizal.

Sebelumnya, ungkapan ‘politik genduruwo’ disampaikan Presiden Jokowi saat bepidato pada pembagian sertifikat tanah untuk masyarakat Kabupaten Tegal, Jawa Tengah hari ini. Dalam kesempatan itu, dia menyebut saat ini banyak politikus yang pandai memengaruhi. Banyak yang tidak menggunakan etika dan sopan santun politik yang baik.

“Coba kita lihat politik dengan propaganda menakutkan, membuat ketakutan, kekhawatiran. Setelah takut yang kedua membuat sebuah ketidakpastian. Masyarakat menjadi, memang digiring untuk ke sana. Dan yang ketiga menjadi ragu-ragu masyarakat, benar nggak ya, benar enggak ya?” katanya.

Politikus yang menakut-nakuti itulah yang dia sebut sebagai politikus ‘genderuwo’. “Cara-cara seperti ini adalah cara-cara politik yang tidak beretika. Masak masyarakatnya sendiri dibuat ketakutan? Nggak benar kan? itu sering saya sampaikan itu namanya politik genderuwo, nakut-nakuti,” tegas Presiden.

Recent Posts

Pesta Rakyat HUT Ke-81 RI di Monas Jadi Panggung Perkuatan Ekonomi UMKM

MONITOR, Jakarta — Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dimeriahkan salah satunya…

1 hari yang lalu

Respon Pidato Prabowo, Prof Rokhmin: Pertumbuhan Ekonomi Harus Berujung pada Lapangan Kerja dan Kesejahteraan

MONITOR, Jakarta – Pertumbuhan ekonomi dan berbagai capaian pembangunan yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam…

2 hari yang lalu

Kementerian UMKM Perkuat Standar Layanan Publik bagi Pengusaha UMKM

MONITOR, Jakarta – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperkuat standar pelayanan publik untuk…

2 hari yang lalu

Naskah Doa Menag dalam Sidang Tahunan-Sidang Bersama 2026

MONITOR, Jakarta — Menteri Agama Nasaruddin Umar memimpin doa dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang…

2 hari yang lalu

Kemenhaj Turun Tangan Lindungi 33 Jemaah Umrah Gagal Berangkat di Bandara Soetta

MONITOR, Tangerang - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) bergerak cepat memastikan hak dan pelindungan 33…

2 hari yang lalu

Kemnaker Siapkan Talenta Muda untuk Bangun Startup dan Ciptakan Lapangan Kerja

MONITOR, Bekasi — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan talenta muda agar mampu mengembangkan gagasan dan inovasi…

2 hari yang lalu