Categories: POLITIK

Unggahan Foto Prabowo usai Pidato ‘Tampang Boyolali’

MONITOR, Jakarta – Bukan kali pertama kandidat calon presiden Prabowo Subianto mengeluakan statemen yang ‘nyentrik’. Sebelumnya ia pernah menyinggung soal gaya hidup wartawan yang jarang berkunjung ke mall, aksinya memarahi ibu-ibu saat pidato, hingga terakhir menyebut akses masuk hotel sulit bagi rakyat miskin seperti tampang warga Boyolali.

Pidato “tampang Boyolali” yang disampaika Prabowo saat meresmikan Kantor Badan Pemenangan Prabowo-Sandi di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (30/10/2018) lalu pun viral.  Video ini diunggah pertama kalinya oleh pemilik akun Youtube Taufik Irvani pada 1 November 2018.

Potongan kalimat yang dipersoalkan, yakni “..dan saya yakin kalian nggak pernah masuk hotel-hotel tersebut, betul? (Betul, sahut hadirin yang ada di acara tersebut). Mungkin kalian diusir, tampang kalian tidak tampang orang Kaya, tampang kalian ya tampang orang Boyolali ini.”

Dalam sekejab, rakyat Boyolali marah dan melakukan aksi penolakan terhadap Prabowo. Bahkan, beberapa diantaranya mengatakan tidak sudi memilih Prabowo di Pemilu 2019 mendatang. Oleh beberapa netizen, Prabowo dianggap angkuh dan suka melecehkan rakyatnya sendiri.

Mendapati kemarahan dari rakyat Boyolali, Prabowo melalui akun resmi Instagramnya pun mengunggah sebuah foto terbaru. Pada foto itu, tergambar sosok Prabowo yang mengenakan peci dan kacamata hitam menelungkupkan telapak tangannya seolah mengisyaratkan dirinya meminta maaf.

Hingga berita ini ditulis, postingan tersebut menuai komentar sebanyak 5911 dari netizen dan disukai oleh sebanyak 131.187 penggemar. Beberapa menilai pidato Prabowo sesungguhnya merupakan sindiran bagi pemerintah yang tak sanggup mensejahterakan rakyatnya. Tentu, masih ada pendukung Prabowo yang menginginkannya untuk terus maju menuju kursi Presiden. Sementara netizen lainnya, mengecam pidato Prabowo dan mengaku tersinggung atas pernyataan kontroversial sang mantan komandan jenderal Kopassus itu.

Recent Posts

FISIP UIN Jakarta dan LW MUI Dorong Wakaf Produktif untuk Pemberdayaan Sosial

MONITOR, Jakarta -Wakaf produktif perlu dikembangkan dari praktik filantropi keagamaan menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi, pendidikan,…

2 jam yang lalu

Akademisi Ilmu Komunikasi Soroti Celah Pengawasan Pemilu di Era Digital

MONITOR, Konawe - Digitalisasi pemilu tidak otomatis menjamin integritas suara. Tanpa transparansi data, verifikasi berjenjang,…

10 jam yang lalu

IPW Dukung Kapolri Perkuat Layanan Publik, Dorong Akses Langsung ke Kapolda dan Kapolres

MONITOR, Jakarta – Indonesia Police Watch (IPW) mendukung langkah Kapolri Jenderal Suyudi dalam memperkuat pelayanan…

15 jam yang lalu

Wamenaker Tekankan Pentingnya Pelatihan dan Akses Kerja bagi Anak Muda

MONITOR, Surabaya — Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menekankan pentingnya pelatihan kerja yang sesuai dengan…

1 hari yang lalu

Maknai Hari Sumpah Pemuda, Jasa Marga Dorong Regenerasi Kepemimpinan dan Inovasi Digital

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk memaknai peringatan Hari Sumpah Pemuda sebagai momentum…

1 hari yang lalu

Kementerian UMKM Segera Salurkan Banpres Rehabilitasi Usaha Mikro Terdampak Bencana Sumatera

MONITOR, Jakarta - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menyiapkan penyaluran Bantuan Presiden (Banpres)…

1 hari yang lalu