Menag: Budaya dan Agama tak perlu dipertentangkan

1026
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin

MONITOR, Bantul – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, dalam konteks berbangsa dan bernegara, budaya dan agama sejatinya merupakan dua hal yang tidak perlu dipertentangkan.

“Pengembangan budaya di Indonesia sudah seharusnya menghargai nilai-nilai prinsipil dalam agama, dan sebaliknya pengembangan agama juga tidak semestinya mengakibatkan hancurnya keragaman budaya, tradisi, dan adat istiadat di Indonesia,” kata Lukman saat memberikan keterangan pers usai menutup Sarasehan di Bantul, Sabtu (03/11).

Dikatakan Menag, agama dan budaya selama ini telah berkembang secara harmonis dalam perjalanan sejarah panjang bangsa Indonesia. Keduanya telah bersama-sama mewariskan nilai, norma, dan etika yang terbukti berhasil mempersatukan keragaman masyarakat Indonesia yang sangat beragam.

Ia pun mengajak semua pihak untuk menghindari sikap membenturkan nilai dan norma agama dengan keragaman budaya Indonesia. Sebab, hal itu dapat merusak modal sosial dan modal kultural yang telah menjadi fondasi bangsa dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

“Pemerintah akan terus berupaya menghadirkan pendidikan agama dan budaya yang mampu menghasilkan ‘anak Indonesia’ yang memiliki keyakinan bersama bahwa keragaman adalah anugerah Tuhan Yang Mahakuasa,” tuturnya.

“Permufakatan Yogyakarta yang dirumuskan budayawan dan agamawan ini akan menjadi perhatian serius bagi pemerintah,” tandasnya.