Black Box Ketemu, Tim Basarnas Masih Dikerahkan Cari Korban Lion Air

1008
Menhub Budi Karya usai meninjau Posko Terpadu Posko Terpadu Evakuasi Korban sekaligus menyaksikan datangnya blackbox di Dermaga JICT 2, Pelabuhan Tanjung Priok

MONITOR, Jakarta – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP) atau Badan SAR Nasional (Basarnas) hingga kini masih terus mencari satu black box  pesawat Lion Air JT-610 yang jatuh di perairan Karawan, Jawa Barat, Senin (29/10) lalu. Meskipun, tim penyelam sudah berhasil menemukan salah satu black box.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sendiri menegaskan, pihaknya masih giat mencari korban jenazah lainnya yang belum ditemukan.

“Kami masih punya banyak tugas. Pencarian jenazah masih tetap dijalankan dan satu black box lagi masih dicari,” kata Menhub usai meninjau Posko Terpadu Posko Terpadu Evakuasi Korban sekaligus menyaksikan datangnya blackbox di Dermaga JICT 2, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (1/11) malam.

Sedangkan mengenai satu black box yang telah ditemukan pada Kamis (1/11) pagi, Menhub Budi K. Sumadi mengakui pentingnya black box tersebut. Ia berharap penemuan black box itu bisa mengungkap lebih jauh apa yang sebenarnya terjadi, yang menyebabkan pesawat Lion Air JT610 penerbangan Jakarta-Pangkal Pinang, jatuh di perairan Karawang, Senin (29/10) pagi.

Sementara itu, Ketua Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono menjelaskan bahwa black box yang ditemukan kemungkinan besar adalah Flight Data Recorder (FDR).

“Jerih payah kita akhirnya tadi pagi menemukan salah satu black box yang dipasang pada pesawat. Kemungkinan besar itu adalah FDR, dan satu lagi saat ini masih dilakukan pencarian. FDR ini fungsinya adalah mengetahui kecepatan, ketinggian, arah jadi kita bisa menguak misteri kecelakaan ini,” imbuh Soerjanto.