Tingkatkan Kualitas Pelaku UMKM, Jamkrindo Gelar Pelatihan di 6 Kota

1015
dokumen istimewa

MONITOR, Semarang – Sebagai satu-satunya badan usaha milik negara (BUMN) di bidang penjaminan kredit, Perum Jamkrindo konsisten mendampingi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah serta koperasi (UMKMK) agar bisa meningkatkan skala usaha.

Untuk mewujudkan komitmen tersebut, yaitu dengan melakukan rangkaian kegiatan pendataan dan pelatihan di 6 kota. Selain menggelar kegiatan yang pertama di Semarang, Jawa Tengah, Kamis, 25 Oktober 2018, kegiatan serupa juga akan digelar di Aceh, Bandung, Yogyakarta, Samarinda, dan Surabaya.

Direktur Utama Perum Jamkrindo Randi Anto menjelaskan, komitmen Perum Jamkrindo mendampingi UMKM sejalan dengan lini bisnis penjaminan kredit kepada UMKM, baik Kredit Usaha Rakyat (KUR) maupun non-KUR.

”Pendampingan terhadap UMKM diperlukan supaya UMKM bisa meningkatkan skala usaha sehingga kontribusinya terhadap perekonomian nasional secara agregat akan makin besar,” ujar Randi, Kamis 25 Oktober 2018.

Kepala Divisi Manajemen Risiko, Pemeringkatan UMKM, dan Konsultasi Manajemen Perum Jamkrindo Ceriandri Widuri menambahkan, pendataan dilakukan dalam rangka scoring dan pemeringkatan UMKM.

Sementara, pelatihan diberikan untuk menjamin usaha berkelanjutan sehingga layak mendapatkan pembiayaan dari lembaga keuangan.

Profil UMKM akan menjadi pegangan bagi Perum Jamkrindo UMKM dalam mengajukan kredit ke lembaga keuangan. ”Dari pendataan dan pelatihan di 6 kota tersebut, kami berharap ada sekitar 1.200 UMKM baru yang datanya bisa masuk ke Perum Jamkrindo,” ujar Ceriandri.

Sebagai satu-satunya BUMN di bidang penjaminan kredit yang didirikan sejak tahun 1970, Perum Jamkrindo mendukung pengembangan perekonomian nasional.

Perum Jamkrindo juga dipercaya menjadi lokomotif pertumbuhan UMKMK di Indonesia melalui usaha penjaminan. Perusahaan plat merah ini juga mencatatkan kinerja penjaminan yang positif hingga triwulan III-2018.

Volume penjaminan hingga September 2018 tercatat sebesar Rp 110,137 triliun, meningkat 8,9 persen dibandingkan volume penjaminan pada September 2017.

Volume penjaminan pada September 2018 terdiri dari penjaminan KUR Rp 41,3 triliun dan penjaminan non-KUR Rp 68,8 triliun. Adapun, total aset Jamkrindo hingga Septeber 2018 mencapai Rp 15,51 triliun.

Perum Jamkrindo sendiri adalah perusahaan yang bergerak di bidang penjaminan dengan produk program dan nonprogam. Produk untuk mendukung program pemerintah adalah penjaminan kredit usaha rakyat (KUR), penjaminan kredit pemilikan rumah (KPR) sejahtera dengan skema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP), dan penjaminan sistem resi gudang.

Adapun produk non-program adalah penjaminan kredit/pembiayaan umum, penjaminan kredit/pembiayaan mikro, penjaminan kredit/pembiayaan konstruksi dan pengadaan barang/jasa, penjaminan kredit/pembiayaan multiguna, penjaminan distribusi barang, penjaminan bank garansi/kontra garansi, surety bond, penjaminan kredit BPR/BPRS, custom bond, penjaminan keagenan kargo, penjaminan invoice financing, penjaminan skema subsidi resi gudang, dan penjaminan fintech. Selain itu, Perum Jamkrindo juga melakukan pemeringkatan UMKM.

Saat ini, Perum Jamkrindo memiliki jaringan kerja di 9 kantor wilayah, 1 kantor cabang khusus, 56 kantor cabang, dan 16 kantor unit pelayanan (KUP). Selama tahun 2017, Perum Jamkrindo membukukan aset Rp 14,6 triliun, tumbuh dari Rp 13,4 triliun pada 2016.

Perum Jamkrindo juga meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk laporan keuangan tahun 2017, berdasarkan hasil audit oleh Kantor Akuntan Publik Hertanto, Grace, Karunawan (HGK) member of TIAG yang dilansir pada Rabu 28/2/2018.

Dalam hal penerapan tata kelola perusahaan yang baik (GCG), Perum Jamkrindo di bawah Direktur Utama Randi Anto meraih predikat dengan kualifikasi sangat baik dan berdasarkan sertifikasi PEFINDO (Credit Rating Agency) berperingkat AA Plus (Double A Plus, Stable Outlook). Informasi lain mengenai Perum Jamkrindo bisa diakses melalui www.jamkrindo.co.id