JATENG-YOGYAKARTA

Libatkan BPBD, Satgas TMMD Beri Penyuluhan Pada Warga Tentang Siaga Bencana

MONITOR, Sleman – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman bekerjasama dengan Satgas TMMD Ke-103 TA. 2018 Kodim 0732 Sleman menyelenggarakan penyuluhan manajemen bencana bagi warga di lokasi TMMD, Desa Balecatur Kecamatan Gamping Kabupaten Sleman,Rabu (24/10/2018)

Sekretaris BPBD Kabupaten Sleman, Asih kushartati, ST., MM., hadir selaku pemateri bertajuk “Manajemen Bencana”. Mengawali materinya Sekretaris BPBD ini menegaskan bahwa penyuluhan manajemen bencana ini dilaksanakan dalam rangka mendukung pelaksanaan TMMD Ke-103 TA. 2018 Kodim 0732 Sleman.

Kemudian dalam paparannya, Asih Hartati, menyampaikan tentang manajemen bencana, yaitu kegiatan-kegiatan yang dilakukan untuk mengendalikan bencana dan keadaan darurat, sekaligus memberikan kerja untuk menolong masyarakat dalam keadaan beresiko tinggi agar dapat menghindari ataupun pulih dari dampak bencana.

Tujuan manajemen bencana, lanjutnya, untuk mengurangi atau menghindari kerugian secara fisik, ekonomi maupun jiwa yang dialami oleh perorangan, masyarakat negara. Selain itu, untuk mengurangi penderitaan korban bencana, mempercepat pemulihan, dan memberikan perlindungan kepada pengungsi atau masyarakat yang kehilangan tempat ketika kehidupannya terancam, paparnya.

Masih paparnya, penanggulangan bencana, adalah serangkaian upaya yang meliputi penetapan kebijakan pembangunan yang beresiko timbulnya bencana, kegiatan pencegahan bencana, tanggap darurat, rehabilitasi dan rekonstruksi.

Sedangkan, yang dimaksud dengan bencana, adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam, dan/atau faktor non-alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis.

Pemateri juga menjelaskan, jenis bencana, antara lain bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir, kekeringan, angin topan dan tanah longsor. Untuk bencana non-alam, meliputi kegagalan teknologi, gagal modernisasi, epidemi dan wabah penyakit. Berikutnya bencana sosial, diantaranya konflik sosial antar kelompok atau komunitas masyarakat dan teror.

Dijelaskan pula, maksud dilaksanakannya penyuluhan ini, agar masyarakat mengetahui, mengerti dan memahami tentang bencana dan penanggulangannya serta memiliki kesiapsiagaan dalam menghadapi setiap ancaman yang ditimbulkan dari bencana.

Terlebih kondisi alam Desa Balecatur merupakan daerah perbukitan yang memiliki potensi kerawanan terhadap bencana khususnya tanah longsor. Untuk itu diharapkan semua warga dapat mengantisipasinya melalui memelihara dan menjaga lingkungan dan alam sekitarnya, seperti reboisasi, tidak membuang sampah ke sungai, dan lain-lain.

Recent Posts

Kemenag di UIN Mataram Bahas Beasiswa Hingga Riset Indonesia Bangkit

MONITOR, Mataram - Kementerian Agama melalui Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (PUSPENMA), Sekretariat…

11 menit yang lalu

Ramadan, Fahri Hamzah: Bisa Jadi Refleksi Bersama Elite dan Rakyat Ciptakan Persatuan

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia sekaligus Wakil Menteri…

18 menit yang lalu

Kasus Pelecehan Atlet Panjat Tebing, DPR: Usut Tuntas dan Evaluasi!

MONITOR, Jakarta - Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menyampaikan keprihatinan mendalam atas dugaan…

2 jam yang lalu

HPE Maret 2026, Harga Emas Melonjak, Konsentrat Tembaga Terkoreksi

MONITOR, Jakarta - Kementerian Perdagangan menetapkan Harga Patokan Ekspor (HPE)  konsentrat tembaga (Cu ≥ 15…

4 jam yang lalu

TPG Madrasah 2026 Belum Cair? Ini Penjelasan Dirjen Pendis Kemenag

MONITOR, Jakarta - Tunjangan Profesi Guru (TPG) madrasah lulusan Program Pendidikan Guru (PPG) 2025 belum…

6 jam yang lalu

Saudi Perketat Aturan Katering dan Hotel Jemaah Umrah Ramadan

MONITOR, Jakarta - Pemerintah Kerajaan Arab Saudi mengimbau kepada para peziarah atau jemaah umrah pada…

8 jam yang lalu