Jenderal Assiri, “Kambing Hitam” Pangeran Saudi dibalik kematian Khashoggi

1016
Jenderal bintang tiga, Ahmed al-Assiri, yang diduga terlibat dalam kasus kematian Jamal Khashoggi

MONITOR, Riyadh – Kematian jurnalis senior Arab Saudi, Jamal Khashoggi, masih menyisakan teka-teki. Melalui siaran televisi nasional, Arab Saudi akhirnya mengakui bahwa Khashoggi telah meninggal dunia.

Akan tetapi, dalam pernyataan resmi Saudi, diwartakan bahwa Khashoggi tewas dalam sebuah duel yang terjadi saat ia memasuki kantor konsulat Saudi di Istanbul, Turki. Pernyataan ini mencuat setelah 17 hari sebelumnya Saudi menyangkal keras kematian sang jurnalis yang dikenal cukup kritis itu.

Selain mengakui kematian Khashoggi, Saudi juga baru-baru ini merilis pengumuman bahwa dibalik kematian Khashoggi, Raja Salman memecat wakil kepala badan intelijen Ahmed al-Assiri dan penasehat media kerajaan Saud al-Qahtani. Dimana, keduanya pejabat ini dikenal dekat dengan Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Sebagaimana diwartakan Reuters, Letnan Jenderal Ahmed al-Assiri merupakan salah satu tokoh kunci di lingkaran dalam Putra Mahkota. Nama Assiri semakin meroket saat diangkat jadi juru bicara Saudi dan koalisi pimpinan Saudi yang melancarkan perang di Yaman pada Maret 2015.

Dua tahun kemudian, kabarnya ia menjalin kedekatan dengan Pangeran Mohammed bin Salman, yang saat itu menjabat sebagai menteri pertahanan dan menjadi arsitek perang di Yaman.

Namun, kematian Khashoggi benar-benar menjatuhkan karir saat ini. Assiri dituding memiliki peran besar dibalik misteri kematian sadis Khashoggi. Dengan jabatannya sebagai perwira tinggi, Assiri memiliki wewenang taktis untuk mengambil keputusan dalam pembunuhan Jamal Khashoggi.

Jurnalis senior Arab Saudi, Jamal Khashoggi, yang meninggal di kantor konsulat Arab saudi di Istanbul

Keterlibatan peran sang jenderal ini, menurut The New York Times, sangat besar dalam drama kematian Khashoggi. Kabarnya ia mendapatkan perintah secara lisan dari sang Putra Mahkota Mohammed bin Salman untuk menangkap Khashoggi dan membawanya ke Saudi untuk diinterogasi.

Sayangnya, perkelahian itu berujung maut. Assiri akhirnya dipecat atas kasus tewasnya wartawan veteran Saudi, Jamal Khashoggi.

The New York Times juga mengabarkan, bahwa pemecatan Assiri ini dijadikan Saudi sebagai “kambing hitam” tewasnya Khashoggi supaya perhatian dunia tak mengarah kepada Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman.