Tak bicara uang, Anies: Bekasi tetap mitra DKI untuk urus sampah

1016
Walikota Bekasi Rahmat Effendi dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Foto: Asep Syaepudin)

MONITOR, Jakarta – Apa hasil pertemuan Walikota Bekasi Rahmat Effedi alias Pepen, dengan Gubernur Jakarta? Pertemuan dua kepala daerah itu ternyata belum menghasilkan kesepakatan apa-apa, apalagi menyangkut soal dana hibah yang diminta Pemkot Bekasi lebih dari Rp 2 triliun.

Usai melakukan pertemuan dengan Pepen, kepada awak media Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku akan melakukan diskusi lebih lanjut soal penanganan sampah dengan Pemkot Bekasi. “Tadi sudah kita semangati bahwa mulai hari ini, rencananya Kamis (25/10), akan bertemu untuk mendetailkannya,” katanya di Balai Kota, Senin 22 Oktober 2018.

Menurut Anies, dalam pertemuan tadi pihaknya sepakat tetap bekerja sama, termasuk kerjasama dalam pembangunan Jabodetabekjur dalam sebuah semangat integrasi. “Tapi intinya semangat kerja bersama, semangat kerjasama tidak berubah sama sekali. Justru agar pembangunan Jabodetabekjur itu dibangun dalam sebuah semangat integrasi,” jelas Anies.

Untuk dikehaui, hubungan antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan Pemerintah Kota Bekasi memanas terkait persoalan pengelolaan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST). Pemkot Bekasi menyatakan Pemprov DKI Jakarta belum mencairkan dana hibah kemitraan tentang pengelolaan sampah. Namun, Pemprov DKI Jakarta mengklaim telah menyelesaikan semua pembayaran tentang dana hibah pengelolaan Sampah.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menuding Pemkot Bekasi sengaja memunculkan isu sampah untuk memperoleh dana kemitraan dari DKI Jakarta. Sebab, kata Anies, persoalan dana hibah kemitraan tak ada kaitannya dengan dana hibah pengelolaan sampah yang di dalamnya termasuk dana kompensasi bau sampah.