SUMATERA

Herri Zulkarnain Tegaskan Pentingnya Membangun Budaya Literasi untuk Menangkal Hoaks

MONITOR, Medan – Maraknya berita hoaks yang tersebar di media sosial menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat saat ini. Jika tidak bisa menyaringnya dengan baik bisa berakibat fatal untuk situasi dan kondisi masyarakat. Maka tidak heran, gara-gara berita hoaks seringkali tidak hanya menimbulkan keresahan tetapi juga sampai pada tahap kekerasan.

Karena itu, Calon Anggota DPR RI Dapil Sumatra Utara (Sumut) 1 dari Partai Demokrat, Herri Zulkarnain mendorong masyarakat di Sumut untuk mulai membangun budaya literasi. Menurutnya, hanya dengan cara itu, seseorang bisa menyaring berita maupun informasi yang berkembang di media sosial, agar tidak termakan oleh berita yang belum tentu kebenarannya.

“Orang bisa termakan hoaks karena tidak mau membaca dan mencari kabar yang sebenarnya. Mereka langsung percaya apa yang didengarnya. Kebiasaan seperti ini harus kita hentikan. Budayakan membaca dan menyaring informasi setiap yang kita dapat baik dari orang ataupun dari media sosial,” ujar Herri Zulkarnain kepada sejumlah warga dalam kunjungannya ke Deli Serdang, Minggu (21/10/2018).

Menurutnya, masyarakat Indonesia saat ini darurat malas membaca. Hal itu berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Central Connecticut State University di New Britain, Conn, Amerika Serikat dalam bidang literasi yang menempatkan Indonesia pada posisi 60 dari 61 negara. Indonesia hanya setingkat lebih tinggi dari Bostwana, sebuah Negara miskin di Afrika.

Hasil penelitian itu, menurut Herri Zulkarnain menunjukkan betapa lemahnya budaya literasi dalam masyarakat Indonesia. Lebih parahnya lagi, karena bukan hanya kalangan awam saja yang malas membaca, lingkungan terpelajar yang notabene dunia pendidikan pun masih jauh dari apa yang disebut budaya literasi.

“Saya sangat prihatin ketika membaca hasil penelitian yang menjukkan minat baca dalam masyarakat kita sangat rendah. Saya percaya hasil penelitian itu, karena memang pada faktanya demikian. Jarang sekali ketika saya berkunjung ke kampus-kampus, melihat mahasiswa saat ini ramai-ramai membaca di taman, yang ada mereka membicarakan harga sepatu dan lain sebagainya,” tuturnya.

Recent Posts

Menaker: Hubungan Industrial Harus Naik Kelas agar Pekerja Tak Tertinggal oleh AI

MONITOR, Jakarta — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, mengingatkan pekerja/buruh dan pengusaha agar tidak berhenti pada hubungan…

7 jam yang lalu

GNTI Salurkan Bibit Jagung, Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

MONITOR, Serang - Gerakan Nelayan Tani Indonesia (GNTI) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung sektor pertanian…

10 jam yang lalu

Lonjakan Arus Libur Paskah 2026, Jasa Marga Catat 210 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jabodetabek

MONITOR, Jakarta – Momentum libur panjang Wafat dan Kebangkitan Yesus Kristus (Paskah) mendorong peningkatan signifikan volume…

11 jam yang lalu

Prof Rokhmin: Ketahanan Pangan adalah Benteng Terakhir Daya Tahan Bangsa

MONITOR - Pakar kelautan sekaligus tokoh nasional, Prof Rokhmin Dahuri menegaskan bahwa pangan bukan sekadar…

11 jam yang lalu

Wamen UMKM: Diplomasi Maritim Dorong Produk UMKM Tembus Pasar Global

MONITOR, Jakarta — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendukung pelayaran muhibah KRI Bima…

15 jam yang lalu

Donor Darah Serentak Wanita TNI dan Dharma Pertiwi Pecahkan Rekor MURI, Libatkan 13 Ribu Lebih Pendonor

MONITOR, Jakarta – Aksi kemanusiaan berskala nasional yang digelar Wanita TNI bersama Dharma Pertiwi berhasil mencetak…

18 jam yang lalu