Kuliah Umum di IPDN, Rokhmin Dahuri paparkan Pembangunan Ekonomi berbasis Maritim

1024

MONITOR, Jakarta – Guru besar fakultas perikanan dan ilmu kelautan, Prof. Rokhmin Dahuri mengatakan pembangunan ekonomi wilayah berbasis ekonomi maritim dengan pemanfaatan sektor kelautan dan perikanan saat ini belum digarap optimal sehingga masih minim kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi secara nasional.

“Padahal posisi Indonesia sangat strategis dengan potensi kekayaan alam di sektor kelautan dan perikanan, termasuk fakta bahwa logistik dikapalkan melalui perairan Indonesia,” demikian disampaikan mantan menteri kelautan dan perikanan tersebut saat memberikan Kuliah Umum “Pembangunan Ekonomi Wilayah Berbasis Ekonomi Maritim dan Industri 4.0 Untuk Mewujudkan Indonesia Maju, Adil-Makmur, dan Berdaulat” dihadapan sekitar 250 orang Civitas Academika Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Kampus Cilandak, Jakarta, Jum’at (19/10).

Menurut Rokhmin, menegaskan, salah satu langkah untuk mendongkrak indonesia menuju negara maju adalah dengan pemanfaatan dan pendayagunaan sektor kelautan dan perikanan di Indonesia.

“Ada 11 sektor ekonomi kelautan yang kita miliki sebagai bangsa Indonesia mulai dari perikanan tangkap, perikanan budidaya, industri pengolahan hasil perikanan, industri bioteknologi, Pertambangan dan energi, pariwisata Bahari, Perhubungan laut, industri dan jasa Maritim, sumberdaya wilayah ceci, hutan mangrove, dan sumber non conventional,” ungkapnya.

Prof Rokhmin menegaskan, jika dimanfaatkan dan diberdayakan dengan tepat dan benar, total potensi ekonomi sebelas sektor Kelautan Indonesia: US$ 1,338 triliun/tahun atau 7 kali lipat APBN 2016 (Rp 2.400 triliun = US$ 190 miliar) atau 1,3 PDB Nasional saat ini.

Pada kesempatan itu Rokhmin juga memaparkan pentingnya kerjasama pemerintah, swasta dan akademisi atau peneliti dalam memanfaatkan pembangunan ekonomi berbasis maritim dan industri 4.0. Khusus kepada mahasiswa IPDN, duta besar kehormatan Jeju Island, Korea Selatan itu berpesan untuk terus mengembangkan kemampuan dan kapasitas diri dalam upaya mengembangkan setiap potensi ekonomi bangsa.