PERTANIAN

Di HPS Kalsel, Mentan Amran Dorong Tapin Ekspor Bawang Merah ke Filipina

MONITOR, Tapin – Pada puncak peringatan Hari Pangan Sedunian (HPS) ke-38 di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Kamis (18/10), Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyaksikan penandatanganan Nota Kesepahaman ekspor bawang merah yang dihasilkan Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan ke Filipina.

Penandatangan ini antara Asosiasi Bawang Merah Kabupaten dengan PT Binagloria Enterprindo selaku eksportir. Hadir Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Suwandi dan Bupati Tapin, Arifin Arpan.

Menurut Mentan Amran, perkembangan produksi bawang merah yang meningkat dari tahun ke tahun memacu pertumbuhan ekspor komoditas hortikultura strategis tersebut.

Kementan sangat intens mendorong ekspor berbagai komoditas pertanian seperti Jagung, Sawit, Manggis, Pisang dan Bawang Merah. Tahun 2018 ini, Kementan mentargetkan ekspor bawang merah hingga 15.000 ton, naik hampir 100% dari tahun lalu yang hanya sekitar 7.750 ton.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyaksikan prosesi menandatanganan MoU

“Kita komitmen mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia. Salah satu indikatornya, ekspor pertanian terus meningkat. Saya minta ekspor bawang merah dari berbagai sentra ditingkatkan supaya harga di petani bagus, semangat petani terjaga dan kita bisa cetak devisa untuk negara,” ungkap Amran Sulaiman

Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Suwandi, menambahkan pihaknya akan terus mendorong petani dan asosiasi bawang merah di sentra-sentra utama untuk memperluas akses pemasaran hingga ekspor. Salah satunya dengan ekspor.

“Selain mendapatkan harga yang lebih baik, ekspor bawang merah akan memacu petani memperbaiki cara budidayanya agar produknya bisa bersaing,” ujarnya.

“Bawang varietas Tajuk dan Super Philip yang dihasilkan petani Tapin, meski di lahan bekas rawa, secara spek memenuhi standard ekspor. Tahun depan akan mulai di ekspor,” imbuhnya.

Ketua Asosiasi Bawang Merah Tapin, Jahidi mengungkapkan pihaknya akan komitmen menghasilkan bawang merah sesuai standard ekspor. Pasar ekspor menjadi pilihan petani Tapin mengingat produksi selama ini sudah lebih dari cukup untuk memenuhi pasar lokal.

“Dengan jumlah penduduk 187 ribu jiwa dan konsumsi per kapita bawang merah 2.57 kg/kapita/tahun, maka untuk sekedar memenuhi kebutuhan pasar lokal cukup dengan luasan panen 55 hektar atau sekitar 480 ton,” ungkapnya.

Dari data BPS 2017 lalu Tapin mampu menanam lebih dari 216 hektar dengan produksi mencapai 2.300 ton/tahun. Dengan demikian, kata Jahidi, ada over suplai sekitar 1.800 ton yang perlu dicarikan pasar diluar Tapin.

“Selain mengisi pasar Kabupaten sekitar Tapin, ekspor ke Filipina bisa menjadi salah satu solusinya,” terangnya.

Willy Agusman, Direktur PT Binagloria Enterprindo menyatakan komitmennya mendukung program peningkatan ekspor bawang merah yang tengah menjadi fokus Kementan. Pasar ekspor terbuka luas, sehingga yang terpenting yakni kualitas bawang merah petani bisa dijaga dan ditingkatkan baik dari sisi ukuran, warna merah cerah, rendah residu pestisida dan sebagainya.

“Saya percaya petani kita sangat mampu menghasilkan bawang merah berstandard ekspor,” ucapnya.

Recent Posts

Ojol Jadi Pilihan Seorang Ayah Tunggal Cari Nafkah Sambil Asuh Anak

MONITOR, Kolaka – Menjalani peran sebagai orang tua tunggal bukan perkara mudah. Hal itu dirasakan Tri…

7 jam yang lalu

Kemnaker Perkuat Ekosistem K3 untuk Tingkatkan Pelindungan Pekerja

MONITOR, Makassar — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memperkuat ekosistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) nasional sebagai…

9 jam yang lalu

Warga Boleh Bela Diri dari Begal, DPR: Tetap Prioritaskan Keselamatan dan Hindari Main Hakim Sendiri

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding menyoroti pernyataan Polda Jawa Barat…

9 jam yang lalu

Deposit Judol Nominal Kecil Bisa Sasar Anak-anak, Legislator Minta Putus Aliran Dana Pelaku Judi Online

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi I DPR, Junico Siahaan menyoroti perubahan pola transaksi dalam aktivitas…

12 jam yang lalu

Dalam Sebulan, Prodi PAI FITK UIN Jakarta Hantarkan 4 Proposal Riset Kolaboratif ke Kompetisi BRIN 2026

MONITOR, Tangerang Selatan - Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan…

16 jam yang lalu

Komisi IX DPR Soroti 6 Ribu Bayi Meninggal Tiap Tahun

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher menaruh perhatian serius terhadap…

1 hari yang lalu