Minggu, 25 Juli, 2021

Ada Skenario Melengserkan Tito Karnavian dibalik ‘Temuan’ Indonesialeaks?

MONITOR – Bocornya informasi dari situs Indonesia Leaks yang mengungkap pengrusakan buku merah oleh mantan penyidik KPK menggemparkan publik. Bahkan tak kalah menghebohkan, Kapolri Jenderal Tito Karnavian dituding menerima aliran suap terbesar dari pengusaha daging Basuki Hariman.

Atas kasus ini, Indonesian Police Watch (IPW) mendesak agar Polri mengusut tuntas kasus tersebut. Terlebih, publik belakangan memuji kinerja aparat kepolisian yang sigap menangani kasus penyebaran informasi hoaks Ratna Sarumpaet.

Namun sudah beberapa hari kasus ini mencuat, polisi seolah membiarkan begitu saja. Pembiaran kasus ini tak luput dari pengawasan sejumlah kalangan. Politisi PDIP, Masinton Pasaribu, misalnya. Ia menduga ada dalang permainan sederet oknum jenderal bintang tiga Polri, hingga oknum penyidik KPK.

Bahkan Masinton mengendus adanya skenario untuk melengserkan Tito Karnavian dari jabatan Kapolri. “Itu tidak lepas dari skenario permainan politik untuk mendorong percepatan suksesi kepemimpinan diambang Polri. Targetkan adalah untuk mengganti Polisi Tito Karnavian dari jabatan Kapolri,” kata Masinton, seperti diwartakan JPNN.

- Advertisement -

Untuk mempercepat suksesi pergantian kepemimpinan, kata Masinton, maka upaya penjatuhan nama baik Kapolri dicetuskannya melalui isu korupsi.

“Saya membacanya sebagai game kolaborasi segitiga, saling terlibat isu. Kolaborasi ini melibatkan kelompok penekan kelompok, oknum sempalan di KPK dan oknum jenderal di Mabes Polri yang ngebet jadi Kapolri,” beber Masinton.

Politikus asal Sibolga ini meyakini, oknum jenderal yang baru dilantik sebagai pejabat bintang tiga di Mabes Polri ini kasak-kusuk membangun lobi vertikal dan sembari melakukan pencitraan sebagai jenderal polisi yang bersih dan berintegritas.

“Pimpinan KPK sudah sejak tahun lalu menepis ketidakakuratan informasi tentang catatan penerima aliran dana suap impor daging,” pungkasnya.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER