Gara-gara Kritisi Becak, Ketua DPRD DKI Dituding Tak Pernah Move on

Fraksi PDIP Jakarta mengadakan konferensi pers

MONITOR, Jakarta – Ketua DPRD Jakarta Prasetyo Edi Marsudi menyatakan bahwa dirinya kerap dibilang tak pernah move on oleh Gubernur Jakarta Anies Baswedan. Pernyataaan tersebut diungkapkan Pras karena sikapnya yang tetap menolak kebijakan Anies dalam melegalkan becak di Ibukota.

Tak hanya soal becak, menurut Pras, kritikannya soal penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) Tanah Abang yang tak pernah selesai sampai sekarang masih menjadi sorotan Fraksi PDI Perjuangan.

“Masa saya dibilang tak pernah move on sama Anies, padahal kritikan saya ini sebagai upaya membangun Jakarta lebih baik, jauh dari kesan kumuh dan semraut,” ungkap Pras dalam acara konprensi pers satu tahun kepemimpinan Anies di ruang Fraksi PDI-Perjuangan Gedung DPRD Jakarta.

Widget Situasi Terkini COVID-19

Diakui Pras, hingga kini Fraksi PDI-Perjuangan menjadi salah satu fraksi di DPRD Jakarta yang konsisten dalam mengkritisi kebijakan Anies yang dianggap melabrak aturan diantranya terkait soal becak dan penataan PKL Tanah Abang.

“Kenapa saya bilang melabrak aturan, soal becak misalnya, becak ini kan jaman Gubernur Sutiyoso jelas dilarang kok sekarang peraturannya mau direvisi untuk di legalkan, kan Aneh. Untuk PKL Tanah Abang, penataannya sudah dilakukan jaman Gunernur Jokowi, dimana PKL semua ditempatkan di Blok G, Eh sekarang PKL kembali disuruh berjualan di jalan. Ini kan lebih ngawur,” terangnya.

Disebutkan Pras, DPRD sebagai mitra kerja gubernur yang mempunyai fungsi kontrol terhadap kebijakan gubernur seharusnya kritikan yang dilontarkan dewan bisa diterima sebagai bahan pertimbangan untuk menjadikan Jakarta sebagai Ibukota yang jauh dari kesan jumuh dan semraut.

“Ini malah aneh, kita kritik malah dijawab, kita belum move on,” pungkasnya.