MEGAPOLITAN

Buaya 3 Meter Muncul di Kali Cengkareng Drain

MONITOR, Jakarta – Warga yang tinggal disekitaran kawasan Kali Cengkareng Drain, Jakarta Barat, dibuat heboh karena kemunculan seekor buaya berukuran 3 meter. Buaya terlihat pada Selasa 9 Oktober siang di Kali yang mengarah ke hutan mangrove, Jakarta Utara.

Petugas UPK Badan Air DLH DKI Jakarta, Nur Ismail mengungkapkan, buaya itu sudah 3 tahun berada di Kali Cengkareng Drain. Ukurannya sekarang sudah mencapai 3 meter.

“Kali Cengkareng Drain itu nyambungnya ke hutan mangrove terus tembusnya ke kali yang dekat laut. Jadi buaya itu memang sering main di situ. Buaya itu dari kecil, biasanya ada dua,” katanya.

Buaya itu pertama kali dilihat oleh petugas yang sedang membersihkan sampah di sekitaran kali. Buaya yang mengapung di permukaan air itu sempat dikira kayu mengambang.

“Dikiranya kayu aja ngambang. Karena kan buaya yang kelihatan mulut doang. Terus orang di atas bilang. Buaya, buaya. Pas dia lihat beneran buaya. Dikiranya kayak kayu ngambang. Itu saya laporan ke pusat,” jelasnya.

Mail menambahkan, buaya itu baru terlihat lagi di permukaan siang tadi. Diduga, buaya hendak mencari makan. “Itu udah 4 bulan baru nongol lagi. Dia sekarang pindah di kolong jembatan. Namanya buaya dia lari ke kolong mungkin hawa panas dia keluar. Itu tumbenan di main begitu,” jelasnya.

“Kemungkinan kali kita itu udah mulai bersih nggak ada sampah atau bangkai yang hanyut makanan dia jadinya berkurang, dia pasti keluar, soalnya sampah di kali Jakarta udah berkurang. Apalagi kita udah pasang sekatan jadi bersih. Kemungkinan besar dia ngayab karena tidak ada makanan,” sambung Mail.

Mail sempat mengamati intensitas kemunculan buaya di Kali Cengkareng Drain itu. Katanya, buaya tersebut hanya muncul ke permukaan sekitar 10 menit. “Tadi sore muncul sekitar jam 14.00 WIB, aktivitasnya emang jam segitu. Hilang laginya cepet paling 10 menit,” paparnya.

Sampai hari ini, buaya yang berkeliaran di Kali tersebut belum dilaporkan ke pihak yang punya kewenangan menangani hewan liar. Mail mengatakan, penangkapan buaya tersebut bukan kewenangannya. “Kalau untuk nangkep bukan pakarnya,” kata Mail.

Recent Posts

Jasa Marga Integrasikan Perangkat WIM, RFID Reader dan ANPR ke Sistem BLUe Kemenhub untuk Dukung Zero ODOL 2027

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk memperkuat komitmennya untuk menghadirkan jalan tol yang lancar,…

4 jam yang lalu

Kemnaker: 46.160 Peserta Mulai Ikuti MagangHub Angkatan II Batch 1

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi memulai Program Pemagangan Nasional (MagangHub) Lulusan Perguruan Tinggi…

4 jam yang lalu

Kementerian UMKM dan OJK Sepakat Akselerasi Pembiayaan dan Perluasan Pasar UMKM

MONITOR, Jakarta - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK)…

5 jam yang lalu

DPR Dorong Maksimalkan Penggunaan Teknologi untuk Padamkan Kebakaran di Kawasan Bromo

MONITOR, Jakarta - Anggota Komis IV DPR RI, Daniel Johan menyesalkan terjadinya kebakaran hebat di…

7 jam yang lalu

Sidak Kemenhaj Jakarta Timur, Wamenhaj Dahnil Tegaskan Tak Ada Toleransi untuk Penyimpangan Haji

MONITOR, Jakarta — Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak melakukan inspeksi mendadak…

13 jam yang lalu

Puan Minta Kebakaran Bromo Segera Ditangani Total, Ingatkan Pentingnya Keselamatan Warga dari Karhutla

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani mendorong Pemerintah segera menyelesaikan persoalan kebakaran hutan…

20 jam yang lalu