Rabu, 10 Agustus, 2022

Derita Korban Gempa: Tak Pakai Baju Hingga Puasa karena Tak Ada Makanan

MONITOR, Sulteng – Beban hidup yang dialami korban gempa dan tsunami Palu dan Donggala terasa kian berat. Sebab, bantuan yang belum maksimal membuat kehidupan mereka terasa makin berat.

Para pengungsi masih memadati jalan utama di Sulawesi Barat. Posko persinggahan di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Labuang, Kecamatan Banggae Timur, telah mencatat ribuan pengungsi yang melintas.

Saleh, 24 tahun, salah satu relawan di posko tersebut mengatakan kondisi para pengungsi sangat memprihatinkan. Sebagian tak mengenakan pakaian, puasa karena tak punya uang, serta tak pernah mengganti pakaian.

“Ada juga bayi yang tidak memakai baju karena orang tuanya tak punya persediaan pakaian,” katanya, Minggu 7 Oktober 2018. Posko yang digagas Relawan 86 bersama dokter Rahkmat, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Majene itu, memberi mereka makanan dan pemeriksaan kesehatan gratis.

- Advertisement -

Para pengungsi juga diberi pakaian dan tempat untuk beristirawat sebelum melanjutkan perjalanan ke kota tujuan masing-masing. “Ada yang mau ke rumah keluarganya di Pinrang, Sindrap, Palopo, Pangkep, Makassar dan lain sebagainya,” ujarnya.

Pengungsi dengan kondisi yang memprihatinkan juga berdatangan di Posko Pemerintah Kabupaten Majene di pelataran Masjid Agung Ilaikal Mashiir Majene. Sebagian di antaranya adalah manula yang masih mengalami trauma akibat gempa dan tsunami.

“Sudah ribuan pengungsi. Bahkan ada yang menginap karena kelelahan,” kata Kepala Subbagian Protokoler Sekretariat Kabupaten Majene Sufyan Ilbas.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER