STORI

Berakhirnya Perang Dunia II dan Berdirinya Jerman Timur

MONITOR – Berakhirnya perang dunia ke-2 memecah Jerman menjadi dua negara, yakni Jerman Barat dan Jerman Timur. Tepat pada 7 Oktober 1949, penduduk Jerman yang berada di bawah pendudukan Uni Soviet mendirikan negara baru, yakni Jerman Timur.

Sebenarnya, Jerman terbagi dalam empat zona pendudukan. Namun, tiga zona yang diduduki oleh Prancis, Inggris, dan Amerika Serikat (AS) menggabungkan diri dan mendirikan negara baru, yaitu Jerman Barat.

Sedangkan Uni Soviet mendorong berdirinya Jerman Timur. Hal ini tidak lepas dari adanya perang dingin yang terjadi antara blok Barat yang diwakili AS dan sekutunya dengan blok Timur yang diwakili Uni Soviet.

Kedua negara yang sama-sama mengklaim sebagai pengganti sah Kerajaan Jerman Lama. Namun, pada akhirnya Jerman Timur melepas anggapan tersebut. Mereka menganggap Jerman sudah tidak ada lagi sejak 1945. Jerman Barat dan Jerman Timur adalah negara baru.

Ketika Jerman Barat tumbuh menjadi sebuah negara kapitalis, Jerman Timur tumbuh menjadi sebuah negara dengan pemerintahan otoriter seperti halnya induk mereka, Uni Soviet.

Sekalipun keadaan ekonomi mereka jauh lebih makmur dari negara lain di Blok Timur, penduduk Jerman Timur iri pada saudara mereka di Barat yang jauh lebih maju.

Pada tahun 1961, pemerintah Jerman Timur terpaksa mengetatkan penjagaan di kawasan perbatasan Berlin, karena banyaknya penduduk mereka yang menyebrang ke Barat. Mereka mendirikan sebuah tembok yang dikenal dengan Tembok Berlin.

Tembok Berlin di Jerman Timur (Foto: News Harvard(

Tembok Berlin merupakan salah satu simbol perang dunia kedua yang dibangun pada 13 Agustus 1961 oleh Republik Demokratik Jerman untuk memisahkan Jerman Barat dan Jerman Timur sehingga membuat Jerman Barat menjadi enklave di negara Jerman.

Tidak cuma tembok, di wilayah ini juga dibuat area terlarang berupa ranjau anti kendaraan di sisi tembok dan juga menara penjaga.

Pemerintah Jerman Timur mengatakan bahwa dibangunnya tembok ini dilakukan untuk membendung pengaruh fasis masuk ke dalam Jerman timur, selain itu juga mengupayakan membentuk pemerintah komunis di Jerman Timur.

Pada akhirnya, Pemerintah Jerman Barat dan NATO sempat tidak mengakui keberadaan tetangganya tersebut. Ini menyebabkan hubungan kedua negara menjadi sangat dingin.

Meski begitu, usaha-usaha penyatuan kedua Jerman tetap dilakukan hingga keduanya bersatu kembali di tahun 1990.

Recent Posts

Menag Resmi Buka KKN Nusantara VI 2026: Mahasiswa dari 42 PTK Se-Indonesia Bawa Semangat Ekoteologi di Tanah Baduy

MONITOR, Serang - Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia, secara resmi membuka…

52 menit yang lalu

Puan Soal Krisis Murid di Sekolah Negeri: Harus Jadi Alarm Tata Ulang Pelayanan Pendidikan Dasar Nasional

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti fenomena sekolah negeri yang kekurangan murid…

15 jam yang lalu

Dorong HKI PVT, Pusat PVTPP Kementan Terus Tingkatkan Inovasi Varietas Unggul

MONITOR, Jakarta - Pusat Pelindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP), Kementerian Pertanian (Kementan) terus…

19 jam yang lalu

Antisipasi PPPK Dirumahkan Buntut Efisiensi, Legislator Sebut Lebih Baik Hapus Kegiatan Seremonial

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi II DPR RI Muhammad Khozin menyoroti fenomena dirumahkannya Pegawai Pemerintah…

1 hari yang lalu

Gunung Anak Krakatau Aktif, Puan Dorong Kesiapsiagaan Nasional Demi Keselamatan Masyarakat

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani meminta Pemerintah melakukan persiapan yang matang menyusul…

1 hari yang lalu

BBM Nelayan Rp15.000, GNTI: Benahi Akses dan Tata Kelola agar Kebijakan Tepat Sasaran

MONITOR, Jakarta – Ketua PP Gerakan Nelayan Tani Indonesia (GNTI) Bidang Nelayan, Sarana dan Prasarana,…

2 hari yang lalu