Hanura: Capres Kawakan Kok Dikibulin Emak-emak Rempong

Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto

MONITOR – Prabowo Subianto, mantan komandan jenderal Kopassus jadi korban isu hoax. Dalam sekejab, putra ekonom Soemitro Djojohadikusumo ini terpaksa menanggung malu akibat ulah anggota tim pemenangannya, Ratna Sarumpaet. Namun dengan jiwa ksatria yang dimilikinya, malam itu Prabowo berdiri tegak mengakui kesalahannya di hadapan publik.

Prabowo mengaku salah. Ia menyadari kecerobohan dirinya mengundang banyak hujatan. Rasa simpati yang berlebihan, diakui Prabowo, menyebabkan responnya bergerak cepat atas dasar kemanusiaan. Sebagai mantan perwira, ia mengaku tak kuasa membiarkan masalah menyangkut anak buahnya tanpa sebuah penyelesaian.

Bagi Prabowo, Ratna merupakan sahabat lamanya yang sangat menginspirasi. Ratna selalu konsisten berdiri memunggungi kekuasaan. Bahkan, di mata Prabowo, teladan seorang Ratna sudah terbangun jauh sebelum era reformasi. Ia mengakui, Ratna adalah seniman yang menunjukkan seni mengabdi pada kemanusiaan bukan pada kekuasaan.

“Saya begitu terluka mendengar kabar tentang beliau (Ratna). Asumsi-asumsi cepat berkembang mengenai peristiwa yang menimpa Ibu RS. Saya cepat mengambil sikap, apapun latar peristiwanya maka hukum harus ditegaskan,” begitu kata Prabowo tegas.

Keterkejutan Prabowo atas pengakuan Ratna, pun menjadi bulan-bulanan kubu pendukung capres cawapres nomor urut 01. Prabowo yang selama ini dianggap mahir atur strategi, kini bisa terperdaya oleh sandiwara seorang emak-emak. Bahkan kecurigaan itu semakin meluas, Prabowo dirasa menjanggal ketika tidak mengetahui drama yang tengah dijalankan Ratna.

Adalah Ketua Fraksi Hanura, Inas Nasrullah Zubir. Ia menyangsikan statemen Prabowo yang berlatang belakang militer. Seharusnya, kata Inas, Prabowo memiliki intelejen yang mumpuni sehingga mampu membedakan informasi yang akurat dan valid. Ia menyayangkan, mantan perwira sekelas Prabowo justru mengamini informasi yang datang dari politikus Fadli Zon.

“Mantan jendral, pastinya punya intelejen yang mumpuni dong. Seharusnya bisa mencari informasi yang akurat dan bukan hanya dari bacotnya Fadli Zon,” kata Inas, Rabu (4/10).

Ketidakmampuan Prabowo mendeteksi ‘drama’ Ratna pun dianggap mencurigakan. Inas menduga ada persekongkolan yang terjadi antara Prabowo, para pendukungnya dan sandiwara Ratna Sarumpaet. Sebaliknya, ia akan menertawakan Prabowo yang ‘dikibulin’ Ratna dengan cerita khayalannya.

“Bisa saja masyarakat menduga bahwa mereka semua berdramatisasi dalam lakon “Ratna Sarumpaet Digebukin” yang sutradara-nya Prabowo. Tapi, kalau Prabowo bener-bener gak tau, artinya bahwa Prabowo dikibulan Ratna Sarumpaet dong. Hahaha, mosok jendral segitu gampangnya dikibulan Ratna?” tawa Inas nyinyir.

“Apa kata dunia? Ada capres yang udah berpengalaman nyapres berkali-kali, kok bisa dikibulin emak-emak rempong sih? Amsyong banget tuh capres! Apes!” sambunya.

Legislator dapil Banten III ini pun mendesak, jikalau Prabowo benar-benar negarawan sejati maka ia harus mundur dari pencapresan 2019 mendatang.