Senin, 4 Juli, 2022

Rupiah Anjlok Terhadap Dolar, Kemendag Klaim Ekspor Nonmigas Meningkat

MONITOR, Jakarta – Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyatakan, ekspor nonmigas Indonesia bulan Agustus 2018 tercatat sebesar USD 14,43 miliar, atau meningkat 3,43 persen dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya (YoY).

Dengan nilai impor nonmigas sebesar USD 13,79 miliar, maka neraca perdagangan nonmigas Indonesia pada periode Agustus 2018 mencatat surplus sebesar USD 639,60 juta. Penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) memberi insentif secara tidak langsung bagi eksportir untuk meningkatkan volume ekspor mereka.

“Kinerja ekspor bulan Agustus 2018 terbantu oleh peningkatan dolar AS atas rupiah. Sehingga, neraca perdagangan nonmigas masih terjaga tetap surplus meski terdapat tekanan di sisi yang lain,” ujar Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Rabu, 3 Oktober 2018.

Menurutnya, nilai ekspor pada periode kali ini adalah imbas menguatnya nilai tukar dolar AS terhadap rupiah dan tekanan akibat perang dagang antara AS dan China.

- Advertisement -

Mendag menyampaikan, secara kumulatif ekspor nonmigas Januari–Agustus 2018 mencapai USD 108,69 miliar. Nilai ini tumbuh 10% dibanding periode yang sama tahun 2017 (YoY) yang sebesar USD 98,79 miliar.

Mendag Enggar tetap optimistis target pertumbuhan ekspor nonmigas 11% untuk tahun 2018 dapat dicapai meski terdapat kontraksi perdagangan di awal paruh kedua tahun ini.

Beberapa komoditas utama ekspor nonmigas yang berkontribusi terbesar terhadap peningkatan ekspor Januari–Agustus 2018 adalah bijih, kerak, dan abu logam (HS 26); besi dan baja (HS 72); berbagai produk kimia (HS 38); bahan bakar mineral (HS 27) dan kertas/karton (HS 48).

Kenaikan ekspor beberapa komoditas tersebut disebabkan penguatan harga ekspor. Menguatnya harga ekspor terindikasi dari kenaikan nilai ekspor yang lebih besar dari kenaikan volumenya.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER