BUMN

Pertamina Dirikan Posko Sementara di DPPU Palu dan TBBM Donggala

MONITOR, Makassar – PT Pertamina (Persero) mendirikan Posko sementara penanganan korban genpa di Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah. Mulai hari ini dua posko dirikan di Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Palu dan di Terminal BBM (TBBM) Donggala.

Unit Manager Communication & CSR Marketing Operation Region ( MOR) VII, M. Roby Hervindo, menegaskan posko tersebut sebagai salah satu bentuk reaksi cepat tanggap darurat Pertamina untuk penanganan korban serta distribusi energi.

“Selain dua posko tersebut, Pertamina sedang mengupayakan satu posko lagi di Kota Palu bekerja sama dengan Hiswana Migas DPC Sulteng,” jelasnya.

Pertamina juga mengirimkan bantuan logistik dan obat-obatan ke Donggala. Untuk mempercepat penyaluran, bantuan dikirim dengan mengerahkan beberapa tim dari titik lokasi pemberangkatan di sekitar Pulau Sulawesi.

Tim 1 dari Makassar, Sulawesi Selatan berangkat siang ini dengan kapal perang TNI AL dari pelabuhan Lantamal. Tim yang terdiri dari 7 orang tersebut meliputi pekerja, tenaga medis, welder dan helper.

Tim kesehatan yang diketuai dr. Jeane nantinya akan fokus pada penanganan korban serta pengobatan para pengungsi pasca gempa.

“Kami sangat berduka dan terpanggil untuk segera membantu saudara kita yang ada di Donggala, karena mereja sangat membutuhkan bantuan sekecil apapun. Penanganan medis nantinya akan kami dahulukan untuk korban anak-anak dan lansia di sana,” kata Jeane.

Tim tersebut selain menbawa obat-obatan juga membawa bantuan logistik dasar seperti tenda posko, genset, air bersih, makanan, webbing sling, chainblock, kompor dan tabung elpiji.

Sementara Tim 2 dari Makassar akan berangkat malam ini melalui jalan darat. Tim ini akan membuka akses komunikasi yang saat ini masih terputus dengan membawa peralatan komunikasi serta melayani kebutuhan dasar masyarakat.

Pertamina juga akan memberangkatkan tim relawan dari Palopo menggunakan 2 truk terdiri dari 8 orang. Tim ini akan membawa terpal, tenda, genset, mukena, handuk, kain panjang, sarung, selimut dan tikar.

Selanjutnya tim relawan Gorontalo berangkat 5 orang yang akan membawa genset dan chainblock.

Recent Posts

Menjangkau Siberut Memperkuat Wirausaha Terdampak Bencana

MONITOR, Jakarta - Di tengah bentang Samudra Hindia, Pulau Siberut di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatra…

6 jam yang lalu

Guru Besar UIN Jakarta: Subkultur Pesantren Menjadi Identitas dalam Sistem Pendidikan Nasional

MONITOR - Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. H. Suwendi, M.Ag., menegaskan bahwa…

11 jam yang lalu

Analis: Listyo Sigit di KSP Perkuat Perspektif Keamanan dalam Pengawalan Pembangunan

MONITOR, Jakarta - Perpindahan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dari posisi Kapolri ke Kepala Staf…

11 jam yang lalu

Panen Padi Temanggung Tembus 10,2 Ton/Ha, Komisi IV DPR dorong Pemupukan Berimbang

MONITOR, Temanggung - Produktivitas padi di demplot seluas 5 hektare di Desa Plosogaden, Kecamatan Candiroto,…

13 jam yang lalu

Kemenhaj–Kemendagri Padankan Data Jemaah Haji, Pastikan Antrean Lebih Akurat

MONITOR, Jakarta - Dalam upaya meningkatkan akurasi, transparansi, dan kualitas pelayanan ibadah haji, Menteri bersama…

18 jam yang lalu

Analis Meyakini Kapolri Baru Mampu Melanjutkan Transformasi Polri Berkesinambungan

MONITOR - Transformasi Polri tidak boleh ikut berganti setiap kali tongkat komando berpindah tangan. Di…

18 jam yang lalu