Heboh Kasus Pembobolan 14 Bank dengan Kerugian Rp 14 Triliun

1009
Polisi bongkar kasus pembobolan 17 bak, (sumber gambar: YouTube)
Polisi bongkar kasus pembobolan 14 bank, (sumber gambar: YouTube)

MONITOR, Jakarta – Seorang Pengusaha Pemilik Perusahaan Pembiayaan Columbia (PT Columbindo Perdana), Leo Chandra tengah menjadi sorotan karena terlibat pembobolan kredit perbankan. Tidak tanggung-tanggung, total kerugian ditaksir mencapai Rp 14 triliun. Leo pun kini harus mempertanggung jawabkan perbuatannya. Ia sendiri telah menyerahkan diri ke Bareskrim Polri pada Kamis (27/9).

Besarnya potensi kerugian yang diakibatkan, hampir dipastikan kasus ini akan menyeret banyak pihak termasuk perbankan nasional atau BUMN yang tidak jeli menyalurkan kreditnya bahkan tidak menutup kemungkinan adanya kongkalingkong yang sudab berlangsung lama dengan orang dalam.

“Kasus pidana pembobolan 14 bank selama sekian periode waktu oleh PT SNP. Kerugian sekitar Rp 14 triliun,” kata Karo Penmas Divisi Humas, Dedi Prasetyo di gedung Bareskrim Polri, Jalan Medan Merdeka Timur, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (24/9).

Kasus yang melibatkan Leo mencuat setelah Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Ditipideksus) Bareskrim Polri menangkap dan menahan lima orang petinggi perusahaan holding Columbia, Sunprima Nusantara. Mereka diantaranya adalah Direktur Utama PT SNP Donni Satria, Direktur keuangan berinisial RA, Direktur Operasional berinisial AP, Manajer Akuntansi berinisial CDS, dan seorang perempuan berinisial AS yang menjabat Asisten Manajer.

Direktur Tindak Pindana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Pol Rudi Heriyanto Adi Nugroho mengatakan Leo bukan nama terakhir yang kini tengah diburu polisi dimana dua diantaranya yang menjadi tersangka kini statusnya buron atau masuk daftar pencarian orang (DPO) yang tak lain adalah anak Leo Chandra dan SL orang keuangan merupakan tangan kanan Leo Chandra.

Membidik Pihak Perbankan

Kasus bobolnya 14 bank diprediksi akan terus bergulir dan menyasar pihak-pihak terkait. Ditipideksus Bareskrim bahkan memastikan tak berhenti hanya dengan menjerat direksi PT SNP Finance tapi juga pihak bank pemberi kredit alias kreditur.

Dari pengungkapan kasus juga diketahui jika 14 bank yang berhasil dibobol Leo adalah bank swasta dan negeri alias BUMN yang diduga ada unsur ketidak-hati-hatian mereka dalam memberi kredit sehingga akhirnya membuat kerugian.

PT SNP diduga telah menipu 14 bank dalam proses pendanaan kredit. Polisi menduga kerugian 14 bank tersebut sekitar Rp 14 triliun.

Polisi sendiri menyelidiki kasus pembobolan itu setelah salah satu bank melaporkan mengalami kerugian. Modusnya, PT SNP diduga memanipulasi daftar kreditur kepada bank. Namun, dari 14 bank yang diduga ditipu, baru satu bank yang melaporkan kerugian sebanyak Rp 450 miliar.