Balada Rizieq Shihab; Dari Umroh hingga Dicekal Arab Saudi

1072
Mantan Panglima FPI, Habib Rizieq Shihab

MONITOR – Pencekalan Habib Rizieq Shihab oleh pemerintah Arab Saudi berbuntut panjang. Kabar ini pun ramai dibincangkan para simpatisan dan pendukung Rizieq di Tanah Air. Rizieq dicekal pemerintah Arab Saudi saat hendak bepergian ke negeri jiran, Malaysia. Padahal, mantan petinggi Front Pembela Islam (FPI) itu akan merampungkan studi disertasinya.

Dubes Arab Saudi untuk Indonesia, Osama Al-Shuaibi, pun angkat bicara. Ia mengatakan tindakan otoritas Arab Saudi semata-mata untuk melindungi Habib Rizieq. keselamatan Habib Rizieq menjadi prioritas Arab Saudi. Kata Shuaibi, pemerintah Arab Saudi bahkan akan melindungi Rizieq dari rasa ketidaknyamanan atau ancaman.

Terkait keberadaannya di Arab Saudi, Shuaibi menegaskan bahwa status Habib Rizieq legal berada di Saudi. Ia pun disebut tidak memiliki persoalan rumit, atau terganjal kasus yang dialaminya di Indonesia sebelumnya.

“Habib Rizieq berada di Saudi Arabia dengan status yang legal dan tidak ada masalah dengan negara tersebut. Sampai saat ini Habib Rizieq ada dalam kondisi sehat. Dan pemerintah Arab Saudi melindungi dan menjaga Habib Rizieq,” ujar Shuaibi kepada wartawan.

Pencegahan Habib Rizieq ini disambut oleh pendukungnya yang bergabung di GNPF-U. Mereka ngadu ke pimpinan DPR, Fadli Zon, agar kasus yang dialami Rizieq diselesaikan oleh pemerintah. Fadli yang merupakan alumni 212 ini pun merespon cukup baik. Ia mengaku akan mengirimkan surat kepada Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, dan Ka-BIN Budi Gunawan.

Surat tersebut rencananya dilayangkan Fadli Zon pada hari Kamis (27/9). Kepada tiga instansi tersebut, selain meminta penyelesaian, Fadli meminta klarifikasi dari pemerintah atas insiden yang menimpa Rizieq.

Sebagaimana diketahui, kepergian Rizieq ke Arab Saudi berawal dari mencuatnya kasus chatting berkonten porno dengan Firza Husein. Rizieq sempat mangkir dalam agenda pemeriksaan yang sering dijadwalkan. Tak lama kemudian, ia memutuskan untuk pergi ke Tanah Suci dengan alasan menjalankan ibadah umrah bersama keluarganya. Ia bahkan mengaku tidak ada rencana untuk menghindari sejumlah kasus yang menjeratnya.

BIN Mengelak

Pencekalan Habib Rizieq oleh pemerintah Arab Saudi direspon BIN. Juru Bicara Kepala BIN, Wawan Purwanto, mengelak adanya campur tangan pemerintah khususnya BIN dalam peristiwa itu. Sebaliknya, BIN justru berharap pentolan FPI itu segera pulang ke Indonesia.

Keinginan tersebut disampaikan Wawan bukan menyinggung kasus skandal yang sempat dituduhkan ke Habib Rizieq, sebab perkara hukum tersebut telah tuntas.

“Tidak ada kaitan BIN kok bermain-bermain, lah untuk apa? Kan kita sudah clear,” ujar Wawan, sebagaimana diwartakan Detik.com.

Bahkan ia menyebut BIN akan menyiapkan sejumlah jawaban jika ditanya oleh DPR terkait kasus yang menimpa Rizieq. Kendati demikian, ia menyebut pihaknya sama sekali tak tahu menahu mengenai insiden tersebut. Apalagi, dikatakan Wawan, pihak Arab Saudi telah mengklarifikasi masalah pencekalan itu.

Justru kepulangan Habib Rizieq sangat dinantikan beberapa pengikutnya di negeri ini. Pemerintah maupun DPR pun menunggu kedatangan Habib Rizieq dengan harapan kasusnya selesai.

“Tapi saya yakinkan bahwa pemerintah itu justru inginnya selesai, clear. Jadi tidak ada, apalagi kok sampai pemerintah ikut campur. Karena pemerintah Saudi sendiri kan mengatakan tidak ada masalah. Ini sebetulnya menurut saya soal miskomunikasi dan makin cepat makin baik,” tegasnya.