PERTANIAN

Geliat Sragen Kejar Luas Tanam Padi saat Kemarau

MONITOR, Sragen – Kabupaten Sragen dalam dua bulan terakhir ini nyaris mengalami stagnasi tambah tanam padi sawah karena sudah tutup tanam. Sehingga perlu terobosan untuk mencari potensi yang bisa ditanam di saat kemarau.

“Pola tanam padi serempak yang sudah teratur ini sudah berlangsung beberapa tahun terakhir, menjadikan dua bulan terakhir nyaris tidak ada lahan sawah ditanami padi, semua sawah dalam posisi standing crop,” ujar Suwandi Dirjen Hortikultura sekaligus sebagai Penanggung Jawab Program Upaya Khusus Padi, Jagug dan Kedelai (Upsus Pajale) wilayah Jawa Tengah di Sragen, Rabu (26/9).

Kendati demikian, Suwandi menyebutkan hal yang menarik di saat musim kemarau ini dan sudah tutup tanam padi sawah, Sragen masih ada potensi lahan untuk ditanam padi gogo dan tumpangsari.

“Ini buktinya kerja keras semua pihak mengejar minggu ini akan tanam hampir 5.200 hektar,” sebutnya.

Kepala Bagian Evaluasi dan Pelaporan, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, sekaligus Penanggungjawab Upsus Sragen, Devi Setiabakti mengatakan Tim Program Upsus bergerak cepat mencari lahan yang siap ditanami padi pola Tumpang Sari (Turiman) dan Padi Gogo di lahan sawah (gowah).

Kegiatan Turiman dan Gowah luas 5.200 hektar ini merupakan terobosan baru mengejar tanam, yang penting dengan sedikit air saja langsung bisa ditanam.

“Ini dilakukan guna mengatasi stagnasi tanam padi di Sragen di saat tutup tanam,” ujarnya.

Menurutnya, kedua kegiatan ini mendongkrak peningkatan luas tambah tanam (LTT) dengan memanfaatkan lahan pada kondisi kekurangan air dengan benih padi varietas tahan kekeringan. Kabupaten Sragen mendapat alokasi 500 ha Turiman dan 4.700 ha padi gogo sawah.

“Kondisi saat ini di lapangan sebagian besar sudah siap tanam karena sudah turun hujan, benihnya sudah dikirim. Ini para petani kejar tanam sehingga dapat meningkatkan LTT bulan September 2018,” jelas Devi.

Diharapkan dalam lima hari terakhir, lanjut Devi, di bulan September ini tercapai pelaksanaan turiman dan padi gogo sawah. Ini optimis bisa dicapai karena para petani sudah menyiapkan pupuk organik untuk kegiatan turiman dan padi gogo sawah.

“Para petani di Desa Ngargotirto Kecamatan Sumberlawang, Sragen siap melaksanakan program ini dan meminta dibantu sumur pompa. Petani ini juga bantuan asuransi untuk penanaman di musim kering,” pungkas Devi.

Recent Posts

Rokhmin Dahuri: Swasembada Pangan Harus Menyejahterakan Petani

MONITOR, Jakarta - Capaian swasembada pangan tidak cukup diukur dari peningkatan produksi dan ketersediaan pangan…

7 jam yang lalu

Blue Economy; Basis Pembangunan Menuju Indonesia Emas 2045

MONITOR, Jakarta - Guru Besar Emeritus Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Lautan IPB University sekaligus…

10 jam yang lalu

Wacana Ambang Batas 5 Persen, Partai Gelora Minta Kader Fokus Syarat Verifikasi Parpol

MONITOR, Jakarta - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia meminta seluruh pengurus…

11 jam yang lalu

Peternak NTB Tak Sendiri, Kementan Bersama Pemda Perkuat Perlindungan Ternak

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) bersama pemerintah daerah memperkuat pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku…

12 jam yang lalu

KUMITRA Buka Akses Usaha Mikro Aceh ke Rantai Pasok Ritel

NONITOR, Aceh – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperluas akses pasar bagi usaha…

13 jam yang lalu

Kamenaker: Kompetensi dan Bahasa Jadi Bekal Kerja ke Jepang

MONITOR, Banyuwangi — Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menekankan pentingnya kompetensi dan kemampuan bahasa…

15 jam yang lalu