ULASAN

Demokrat Gugat Media-media di Indonesia

MONITOR – Amarah Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), tak lagi terbendung. Usai menggugat media asing, Asia Sentinel, yang berbasis di Hongkong, kini Presiden RI ke-6 itu melaporkan beberapa media online dan stasiun televisi ke Dewan pers. Puncak kemarahan SBY dilatarbelakangi dugaan fitnah yang menyudutkan namanya dan partai Demokrat sebagai dalang utama di balik kasus skandal Bank Century.

Asia Sentinel, selang beberapa lama usai dilayangkan somasi dari pihak SBY, langsung mengajukan permohonan maaf. Akan tetapi, media-media di Indonesia hingga kini justru belum melakukan hal serupa dengan meminta maaf kepada SBY maupun partai Demokrat serta mencabut pemberitaan tersebut.

Hinca Panjaitan, selaku Sekjen DPP Partai Demokrat, mengatakan bahwa pemberitaan yang ‘digoreng’ Asia Sentinel terbukti adalah hoax alias fitnah. Ia mengungkapkan, artikel yang dituliskan John Berthelsen terkait campur tangan SBY dan Demokrat dalam aliran dana Bank Century sudah dicabut.

“Ternyata apa yang diberitakan Asia Sentinel sama sekali tidak benar, fitnah dan tidak didasarkan pada karya jurnalistik yang benar karena itu Asia Sentinel sudah mencabut beritanya dan meminta maaf,” ujar Hinca Panjaitan.

Sikap cuek media-media asal Indonesia yang digugat Demokrat justru membuat SBY geram. Partai Demokrat, dikatakan Hinca, sangat menghormati kebebasan pers akan tetapi isu miring yang sudah tersebar harus dipertanggungjawabkan oleh pimpinan media terkait.

Atas dasar itulah, Demokrat melaporkan beberapa media televisi dan online ke Dewan Pers. Diantaranya, Detik.com, JPNN.com, Tirto.id, Suara.com, dan Metro TV. Hinca mengatakan, laporan telah dilengkapi dengan data dan reportase berupa video yang berdurasi 22 menit. Kelima media asal Indonesia ini dilaporkan karena mengutip artikel dari Asian Sentinel.

“Kita selesaikan di Dewan Pers. Pers kita harus lebih baik ke depan. Jangan terlalu cepat percaya pada pers asing tidak serta merta pers asing itu berkualitas dan ada faktanya hari ini. Ayo cek dan ricek,” tegas Hinca.

Recent Posts

Kebuntuan Arah Pembangunan Indonesia di Tengah Distorsi Program Populis dan Keterpurukan Moneter

Oleh:Ramadhan, M.A.(Ketua PB PMII Bidang Ekonomi dan Investasi) Pemerintahan era baru selalu datang dengan janji…

7 jam yang lalu

Benarkah Hantavirus Bisa Jadi Pandemi Baru? Ahli Epidemiologi UIN Jakarta Beri Penjelasan dan Imbauan Penting

MONITOR, Ciputat – Kemunculan informasi mengenai Hantavirus yang ramai diperbincangkan di media sosial memunculkan kekhawatiran…

8 jam yang lalu

55 Juta Peserta BPJS Tak Aktif, Komisi IX DPR Minta Tunggakan Iuran Rakyat Miskin Segera Diputihkan

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI Nurhadi menyoroti pengelolaan kepesertaan Program Jaminan Kesehatan…

10 jam yang lalu

UU Polri Atur Penguatan Peran Kompolnas, Legislator: Dukung Pengawasan Eksternal Bagi Kepolisian

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah meyakini Undang-Undang tentang Perubahan Ketiga atas…

11 jam yang lalu

Komisi XI DPR: UU P2SK yang Baru Perkuat Tata Keuangan RI di Tengah Kemajuan Zaman

MONITOR, Jakarta - DPR RI telah mengesahkan Revisi Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan…

11 jam yang lalu

Warga Sangihe Terisolasi Akibat Gempa Dahsyat di Sulut, Puan Dorong Ketangguhan Bencana di Pulau Terluar

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani meminta Pemerintah segera menjangkau masyarakat terdampak gempa…

11 jam yang lalu