Selasa, 26 Oktober, 2021

Perjuangan Dinasti Sa’ud dirikan Kerajaan Arab Saudi

MONITOR – Arab Saudi dikenal sebagai suatu negara beriklim gurun di Jazirah Arab. Sebagian besar terdiri dari gurun pasir sehingga orang Arab sendiri menyebutnya dengan kata sahara.

Negara ini letaknya berbatasan langsung dengan dengan Yordania, Irak, Kuwait, Teluk Persia, Uni Emirat Arab, Oman, Yaman, dan Laut Merah.

Secara resmi, Arab Saudi memperingati hari kemerdekaannya pada tanggal Pada tanggal 23 September 1932. Saat itulah, Abdul Aziz bin Abdurrahman as-Sa’ud, atau berjuluk Ibnu Sa‘ud, memproklamasikan berdirinya Kerajaan Arab Saudi atau Saudi Arabia (al-Mamlakah al-‘Arabiyah as-Su‘udiyah).

Dengan menyatukan wilayah Riyadh, Najd (Nejed), Ha-a, Asir, dan Hijaz. Abdul Aziz pun menjadi raja pertama pada kerajaan tersebut.

- Advertisement -

Sejak awal terbentuk, Dinasti Sa‘ud telah mengumumkan dukungannya secara terbuka dan mengadopsi penuh ide Wahabi yang dicetuskan oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab yang kemudian dikenal dengan Gerakan Wahabi. Dukungan inilah yang kemudian menjadi kekuatan baru bagi Dinasti Sa‘ud untuk melakukan perlawanan terhadap Khilafah Islamiyah.

Tentunya, Saudi tidak bergerak sendirian. Dinasti Sa’ud kerap mendapatkan bantuan dari Inggris. Mereka pun bekerjasama untuk bersama-sama memerangi pemerintahan Khilafah Islamiyah.

Sekitar tahun 1792-1810, Saudi melalui bantuan Inggris berhasil menguasai beberapa wilayah di Damaskus. Beberapa tahun kemudian, Abdul Aziz bin Abdurrahman kembali menggalang kekuatannya.

Pada tahun 1902, pasukan Abdul Aziz menyerang dan merebut kota Riyadh dengan cara membunuh walinya yaitu Gubernur Khilafah ar-Rasyid. Pasukan Aziz terus melakukan penaklukan dan membunuh pendukung Khilafah Utsmaniyah dengan bantuan Inggris.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER