Jasa Marga Kebut Pengerjaan Proyek Tol Porong-Gempol

1011
Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Desi Aryani saat meninjau pembangunan tol Porong-Gempol (Dok.Jasa Marga)

MONITOR, Porong – Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Desi Arryani meninjau proyek pembangunan Jalan Tol Porong-Gempol. Hal itu dilakukan guna memastikan progres pembangunan proyek tersebut berjalan sesuai target.

Kedatangan Desi Arryani ke lokasi proyek tersebut didampingi Direktur Pengembangan Adrian Priohutomo bersama dengan General Manager (GM) Jasa Marga Cabang Surabaya-Gempol (Surgem) Dwi Winarsa dan Pemimpin Proyek Relokasi Jalan Tol Porong-Gempol Agung Widodo meninjau Paket 1 Porong-Kejapanan Km 34.

Proyek pembangunan Tol Porong-Gempol (Dok.Jasa Marga)

Agung Widodo mengatakan progres proyek hingga 18 September 2018, pekerjaan fisik jalan tol tersebut telah mencapai 84,14%. “Mulai dikerjakan Januari 2017 lalu. Diharapkan, jalan tol ini ditargetkan dilewati akhir 2018 mendatang,” paparnya.

Melihat progres yang telah dicapai, Desi Arryani optimis dengan masa pengerjaan 18 bulan, ditambah progres pengerjaan yang saat ini berjalan, proyek bisa selesai tepat waktu.

Proyek ini, lanjut Desi, merupakan program lanjutan yang dibangun Jasa Marga melalui Tim Proyek Pembangunan Jalan Tol Porong-Gempol di antara jalur lingkar Sidoarjo. Jalan Tol Porong-Gempol merupakan relokasi dari Jalan Tol Surabaya-Gempol ruas Porong-Gempol yang ditutup sejak akhir tahun 2006 akibat peristiwa luapan Lumpur Lapindo.

“Mengingat pentingnya ruas ini, Jasa Marga memutuskan untuk memindahkan ruas yang terendam lumpur, bergeser sekitar 3 kilometer ke arah barat. Ruas yang dipindah itu memiliki panjang 6,34 kilometer,” jelas Desi.

Jalan Tol Porong-Gempol merupakan bagian dari jalan tol yang menghubungkan kota-kota utama di Jawa Timur, seperti Surabaya, Pasuruan, dan Malang. Mengingat Jalan Tol Porong-Gempol akan terintegrasi dengan ruas Jalan Tol Gempol-Pasuruan dan ruas Jalan Tol Gempol-Pandaan, nantinya jika sudah dioperasikan pengguna jalan tol akan dikenakan tarif integrasi yang berlaku pada masing-masing ruas.