Perkuat Jaringan Internasional, UNKRIS Kirim Dosen Muda ke Malaysia

Universitas Krisnadwipayana (UNKRIS) mengirimkan sejumlah dosennya untuk mengikuti program pertukaran dosen ke luar negeri, di UUM (dok: istimewa)

MONITOR, Kuala Lumpur – Universitas Krisnadwipayana (UNKRIS) punya program pertukaran dosen ke luar negeri, yakni Academic Recharging. Program ini menyasar ke universitas-universitas terbaik di beberapa Negara tetangga.

Kloter pertama, UNKRIS memberangkatkan dosen-dosen muda dari beragam disiplin ilmu dari tiga fakultas yakni Fakultas Ilmu Administrasi (FIA), Fakultas Teknik, dan Fakultas Hukum ke Universiti Utara Malaysia (UUM).

Kedatangan dosen-dosen muda UNKRIS disambut hangat oleh Dekan Ghazali Shafie Graduate School of Government (GSGSG) UUM, Prof. Mohd Kamarulnizam Abdullah.

“Kita sambut mesra, dosen-dosen muda ini bisa belajar tata cara, tata kelola, di luar daripada perpsektif UNKRIS, juga daripada perspektif Indonesia. Malaysia dulu juga belajar ke Indonesia dan Negara lainnya. Cara ini bisa menjadi sala satu cara university kita bisa Berjaya,” terang Nizam.

Wakil Rektor I UNKRIS, Dr. Guswandi, memaparkan Program Academic Recharging sebagai implementasi dari cita-cita dan visi mendasar dari UNKRIS yang sasarannya adalah memajukan pilar akademik. Ia menjelaskan, saat ini diperlukan reformasi dan transformasi sistem akademik yang tidak hanya bertumpu pada aspek pengajaran saja.

“Kami pimpinan UNKRIS memperhatikan generasi muda, mereka menjadi masa depan UNKRIS. Zaman cepat berubah, generasi muda lebih mudah menyesuaikan diri. Mereka akan belajar dan didampingi oleh mentor Professor, kemudian bekerja menulis artikel ilmiah untuk meningkatkan publikasi akademik,” terang Dr. Guswandi.

Lebih jauh Dr. Guswandi mengatakan, penelitian dan pengabdian adalah suatu paket yang tidak dapat dipisahkan dari aktivitas kelembagaan akademik dari Pendidikan tinggi. Oleh karena itu, kata dia, diperlukan langkah-langkah segar dan progresif untuk memberikan nuansa dan gerak kemajuan baru bagi UNKRIS lewat program seperti itu.

“Tahap dan proses berikutnya ialah mengembangkan jaringan dan realisasi peningkatan program kerjasama dengan universitas berkelas di Australia, Jepang, Jerman, Korea, Jerman, Belanda dan di beberapa universitas terbaik di Scandinavia dalam memberikan transfer pengalaman mereka atas capaian riset, pengajaran dan publikasi kepada dosen-dosen UNKRIS berikutnya,” paparnya lagi.

Ia menjelaskan, para peserta program akan belajar di UUM selama satu bulan kurang, 16 September – 9 Oktober 2018. Selama di UUM, peserta diberi keleluasaan dalam memanfaatkan fasilitas yang ada.

Panitia Program Academic Recharging, Dr. Abdullah Sumrahadi, yang juga menjabat sebagai Wakil Dekan I Fakultas Imu Administrasi (FIA) UNKRIS memaparkan, selain akses perpustakaan, peserta program akan diberi mentoring dari para profesor UUM.

“Peserta bisa mengakses buku-buku dan jurnal di perpustakaan, bisa mengikuti kelas-kelas postdoctoral tertentu, seminar dan workshop metodologi riset. Selain itu, peserta juga akan diberi mentoring oleh para profesor UUM, sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing,” ujarnya.

“Konsepnya serius tetapi menggembirakan, disela-sela agenda akan disisipkan kegiatan-kegiatan yang have fun. Kebutuhan pokok peserta, all in ditanggung universitas. Output program ini, hasil riset peserta wajib dipublikasikan ke jurnal-jurnal nasional bereputasi atau internasional, jika layak bisa juga dikirim ke jurnal milik UUM,” tambah Abi, yang pernah menjadi dosen selama delapan tahun di UUM.