Academic Recharging, Cara Universitas Krisnadwipayana Naik Kelas

Gedung Universitas Krisnadwipayana atau disingkat UNKRIS

MONITOR, Kuala Lumpur – Universitas Krisnadwipayana (UNKRIS) terus berbenah diri. Perkembangan era Revolusi Industri 4.0 mengharuskan UNKRIS bertransformasi menjadi perguruan tinggi swasta yang kompeten minimal di skala nasional. Salah satunya dengan meningkatkan kualitas dosen-dosen muda melalui program Academic Recharging ke University Utara Malaysia (UUM).

“Program ini ditujukan untuk dosen-dosen muda, mereka akan menjadi masa depan kampus ini. UNKRIS sudah saatnya bangun dari tidurnya, zaman sudah mulai berubah, kompetisi sudah semakin sengit. Perlu ada kebijakan-kebijakan yang inovatif agar kampus ini tetap eksis dan menjadi salah satu kampus terbaik,” jelas Rektor UNKRIS, Dr. Abdul Rivai, SE., M.Si saat pelepasan keberangkatan peserta program (15/9).

Semenjak Abdul Rivai menjabat sebagai rektor, UNKRIS sudah banyak berubah. Beberapa program yang berorientasi pada perbaikan kualitas SDM dan infrastruktur pendidikan terus diupayakan.

“Kami sudah memperbaiki kualitas dan kuantitas infrastruktur lembaga dan keuangan di periode lalu. Sekarang kami akan fokus pada kualtas sumber daya akademik. Dosen-dosen muda diberangkatkan ke UUM untuk mempelajari budaya akademis dan pengelolaan perguruan tinggi, termasuk dalam penelitian dan publikasi dosen. Setelah ke Malaysia, UNKRIS akan mengembangkan jaringan dan realisasi program kerjasama dengan universitas berkelas di Australia, Jepang, Jerman, Korea, Jerman, Belanda dan di beberapa universitas terbaik di Skandinavia,” tambahnya.

Program ini diikuiti oleh delapan dosen-dosen muda yang berlatarbelakang multidisiplin ilmu. Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) diwakili oleh Saefudin Zuhri dan Teddy. Fakultas Hukum ada Grace Sharon dan Andi Muhammad Reza Pahlevi. Dan peserta terbanyak dari Fakultas Teknik yang diwakili Denny Prumanto, Teten Dian Hakim, Siska Amelia dan Lydia Darmiyanti.

Peserta program telah melewati proses seleksi administratif dan substantif yakni wawancara dan Focuss Discussion Group (FGD) yang dibuka sejak bulan Agustus lalu. Selama sebulan dari 16 September 2018, peserta mengikuti agenda pengembangan kualitas sebagai pengajar dan manajemen pengajaran, termasuk metode pengajaran virtual.

Salah satu peserta program dari FIA yang juga sebagai dosen Prodi Administrasi Publik, Saefudin Zuhri, mengungkapkan pengalamannya selama mengikuti Program Pertukaran Dosen di UUM. Ia bersyukur bisa mendapatkan kesempatan belajar dan berinteraksi langsung dengan civitas academia UUM.

Saefuddin Zuhri, salah satu Dosen Universitas Krisnadwipayana yang mengikuti program pertukaran dosen di UUM

“Kami beruntung diberi kesempatan untuk belajar, mengamati dan berinteraksi langsung dengan civitas academia UUM. Kita bisa mendapat banyak pengalaman yang berharga. Tidak hanya itu, di UUM, kami diberikan fasilitas yang menunjang kemampuan akademik seperti mengakses buku dan jurnal di perpustakaan, termasuk mentoring dari kalangan profesor, kita punya peluang join research dengan mereka,” ujarnya.

“Bahkan kami dapat kesempatan lain, bisa konsultasi langsung jika ingin melanjutkan studi doktoral di UUM,” tambah Zuhri.