Path dan Kenangan Manis Netizen

MONITOR, Jakarta – Aplikasi jejaring sosial pada smartphone, Path, sebentar lagi akan ditutup. Path resmi mengumumkan akan menutup layanannya pada 18 Oktober 2018 mendatang, menyusul Friendster dan Vine.

Keberadaan Path memang tidak sefamiliar jejaring sosial lainnya, seperti Whatsapp, Instagram atau Facebook. Padahal aplikasi ini sudah muncul sejak tahun 2010 hingga tahun 2018 ini.

Jejaring sosial ini pun disebut-sebut memiliki jumlah pengguna media sosial paling minim. Di tahun 2014, pengguna Path di Indonesia hanya berkisar 4 juta orang. Sementara Friendster (2002-2011) di tahun 2008 mampu meraup jumlah pengguna sebanyak 115 juta pengguna tersebar di dunia.

Menkominfo RI Rudiantara bahkan turut mengkritik aplikasi Path yang sangat ekslusif, sehingga pertemanan pun dibatasi. “Tidak ikut dinamika pengguna,” ujar Menkominfo.

Jelang penutupan Path, jutaan netizen ramai-ramai menyuarakan tagar #terimakasihpath dalam sosial media Twitternya. Ada yang mengaku kehilangan jejaring tersebut, bahkan adapula yang menjadikannya sebagai bahan humor.

Berikut ini Monitor lansir sejumlah cuitan para pengguna layanan Path.

@soniaanggi: cuma di path bisa ngobrol lewat judul lagu #terimakasihpath

@vincentiusad: gapunya path tapi tetep merasa kehilangan, mungkin ini rasanya mengikhlaskan namun tak sempat memiliki #terimakasihpath

@edoardbl: it’s hard to say, but goodbye. Every moments are amazing. Thanks for 3 years #terimakasihpath

@avissanovalin: #terimakasihpath telah membantu saya menemukan bukti ketidak setiaan mantan saya (sekarang) dengan memberikan smile yang tidak penting ke mantannya (juga) pada zamannya

@nona_tintin1 : dan sayangnya dari awal ada akun Path sampe sekarang tutupnya akun Path, saya tak punya akun Path 🙁 ehhe #terimakasihpath