Minim Sentimen, IHSG Dibuka Terkoreksi

1004
Ilistrasi IHSG (Foto: dok radar lampung.com)

MONITOR, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan Selasa (18/9) dibuka melemah 12,91 poin didorong sentimen negatif domestik dan global.

“IHSG dibuka terkoreksi dipicu neraca perdagangan Indonesia yang mencatatkan defisit pada Agustus 2018 di susul kondisi eksternal berkenaan dengan perdagangan dimana Cina akan menerapkan kebijakan serupa sanksi terhadap AS,” ungkap Riset PT Valbury Sekuritas Indonesia di Jakarta.

Pada pembukaan perdagangan Selasa ini, IHSG turun 12,91 poin (0,22 persen) ke posisi 5.810,59. Sedangkan indeks saham unggulan LQ45 melemah 22 poin (0,33 persen) menjadi 911,68.

Untuk sentimen dalam negeri, neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit sebesar US$1,02 miliar pada Agustus 2018 atau turun dibandingkan Juli 2018 yang tercatat sebesar US$2,03 miliar.

Salah satu faktor defisit neraca perdagangan disumbang dari defisit sektor migas yang lebih besar daripada surplus non-migas.

Dampak defisit neraca pembayaran langsung membuat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah.
Disamping itu, normalisasi kebijakan moneter AS menyebabkan pembalikan arus modal dan keuangan dari negara emerging ke AS.

Kondisi ini menyebabkan neraca pembayaran mengalami tekanan, karena arus modal ke Indonesia yang sebelumnya mencapai diatas US$ 29 miliar pada 2016 dan 2017, pada semester I-2018 tercatat sebesar hanya sebesar US$6,5 miliar.

Penurunan tajam arus modal tersebut dihadapkan pada defisit transaksi berjalan pada semester I-2018 yang justru meningkat yaitu sebesar US$ 13,7 miliar, sehingga secara keseluruhan neraca pembayaran Indonesia mengalami defisit sebesar US$8,2 miliar. Hal ini menggerus cadangan devisa dan menekan nilai tukar rupiah.