INDUSTRI

Asean Siap Bersinergi Jadi Pabrikan Manufaktur Terdepan di Asia

MONITOR, Hanoi – Negara-negara di kawasan Asia Tenggara sedang meningkatkan kemampuan dan menyiapkan kolaborasi bersama untuk menjadi basis manufaktur terdepan di Asia (factory Asia’s next frontier) serta mengambil peluang dengan memasuki era revolusi industri 4.0.

“Jadi, ke depan itu bukan lagi persoalan kekuatan masing-masing, tetapi lebih kepada kerja sama antara negara anggota Asean yang saling menguntungkan,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat menjadi narasumber pada diskusi panel World Economic Forum (WEF) on Asean di Hanoi, Vietnam, Kamis (13/9).

Forum tersebut dihadiri lebih dari 1.200 peserta yang meliputi pemimpin bisnis, kepala negara, menteri, akademisi, dan sejumlah tokoh penting. Mereka berdiskusi dan berbagi pandangan mengenai masa depan, khususnya tentang Industri 4.0 sesuai tema yang diusung “Asean 4.0: Entrepreneurship and the Fourth Industrial Revolution”.

Menperin menyebutkan, beberapa strategi yang perlu dilakukan negara-negara di Asean supaya industri manufakturnya berdaya saing global, antara lain adalah meningkatkan kapabilitas manufaktur mereka yang maju dan diperlukan kebijakan untuk menarik investasi.

Selanjutnya, teknologi baru harus diadopsi dan dibutuhkan keterampilan pekerja dalam menanganinya. “Dengan industri 4.0, tentunya menimbulkan kesempatan baru yang membutuhkan kerja sama untuk reskilling maupun up-skilling terhadap kompetensi sumber daya manusia (SDM) di masing-masing negara Asean,” jelas Airlangga.

Menurutnya, seluruh tenaga kerja yang berketerampilan tinggi akan menjadi kunci kesuksesan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif. Selain itu, yang perlu diperhatkan adalah mendorong industri kecil dan menengah (IKM) ikut berpartisipasi dalam transformasi tersebut.

“Negara-negara ASEAN harus mempertimbangkan kolaborasi timbal balik sebagai sarana mempercepat transformasi dan mengatasi tantangan secara bersama. Mereka juga harus memanfaatkan kekuatan masing-masing negara dan menciptakan sinergi di antara mereka sendiri,” papar Menperin.

Sebelumnya, di depan sejumlah pemimpin negara, Presiden Joko Widodo mengajak mereka bersama-sama mendorong peningkatan ekonomi bukan lagi dari sumber daya alam, melainkan SDM yang tidak terbatas. Menariknya, Jokowi menyampaikan hal itu dengan menyitir film Avengers: Infinity War.

“Kita tahu, dalam film tersebut muncul sosok bernama Thanos yang mengancam akan memusnahkan setengah populasi bumi, dengan alasan sumber daya yang kian terbatas. Namun kenyataannya, sumber daya untuk manusia tidak terbatas,” tegasnya.

Menurut Presiden, SDM menjadi faktor penting dalam impelementasi industri 4.0. Di sampng itu, didukung perkembangan teknologi terkini yang akan mampu menghasilkan peningkatan efisiensi dan memberikan kemampuan untuk sumber daya lebih banyak dari sebelumnya.

“Saya percaya revolusi industri 4.0 ini akan menciptakan banyak lapangan kerja dan meningkatkan kesetaraan. Karena salah satu aspek penting dari industri 4.0 adalah turunnya biaya produksi dan jasa sehingga harga barang semakin murah dan mudah dijangkau kalangan berpenghasilan rendah,” ungkapnya

Recent Posts

Fase Pemulangan Gelombang I Berakhir, 95.178 Jemaah Haji Indonesia Telah Diterbangkan ke Tanah Air

MONITOR, Makkah - Operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M memasuki hari ke-56. Seiring berjalannya…

7 jam yang lalu

Tahun Baru Islam 1448 H Momentum Hijrah Bangsa Menuju Integritas, Keadilan, dan SDM Unggul

MONITOR, Jakarta – Momentum Tahun Baru Islam 1448 Hijriah hendaknya tidak dimaknai sekadar sebagai pergantian…

9 jam yang lalu

Kekeringan Meluas, Puan Ingatkan Pemerintah Siaga Air Bersih dan Antisipasi Dampak di Sektor Pangan-Kesehatan Warga

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani meminta Pemerintah menyiapkan langkah antisipatif menyusul prediksi…

19 jam yang lalu

Sambut 1448 H, Menag Ajak Hijrah dari Sikap Curiga ke Saling Percaya

MONITOR, Jakarta - Menyambut Tahun Baru 1 Muharam 1448 Hijriah, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar…

21 jam yang lalu

Kemenperin Percepat Industri 4.0, Dua Perusahaan Dapat Pendampingan

MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian terus memacu percepatan transformasi digital sektor manufaktur nasional sebagai langkah…

1 hari yang lalu

Harga Obat Terancam Naik Buntut Pelemahan Rupiah, DPR Dorong Kemandirian Farmasi Nasional

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher mengingatkan pemerintah untuk mewaspadai…

1 hari yang lalu