PARLEMEN

Jelang Pilpres 2019, Masyarakat Diminta Bijak Gunakan Sosial

MONITOR, Bandung – Suhu politik jelang Pemilihan Presiden 2019 kian memanas, beragam pembicaraan mengenai Pilpres, baik itu terkait sosok Calon Presiden, Calon Wakil Presiden bahkan sosok ketua Tim pemenangan kedua calon menjadi pembicaraan di media sosial.

Ya, media sosial sebagai sarana untuk mencurahkan aspirasi kini seperti pasar bebas. Siapa saja boleh berbicara tentang kehidupan sosial politik atau bahkan berdebat tentang pilpres yang akan di helat 2019 mendatang. Fenomena ini membuat sejumlah kalangan angkat bicara, salah satunya Anggota Komisi VII DPR RI, Sodik Mudjahid.

Menurut Sodik, sah-sah saja masyarakat menyampaikan berbagai aspirasi melalui media sosial, tetapi harus tahu batasan sehingga tidak menjadi salah kaprah atau bahkan melanggar UU IT yang berlaku di Indonesia.

“Silahkan saja masyarakat menyampaikan aspirasi di medsos, tapi harus bijak dan hati-hati. Karena jika berlebihan dan salah kaprah nanti malah menimbulkan mudharat,” kata Sodik melalui keterangan tertulis yang diterima MONITOR, Minggu (9/9).

Dikatakan Sodik, dirinya merasa perlu mengingatkan masyarakat tentang penggunaan media sosial. Sebab, di negara Indonesia kehidupan sosial bermasyarakat jauh lebih penting ketimbang kehidupan yang dibangun di media sosial.

“Di media sosial kadang tidak tau persis yang sebenarnya yang berdebat dengan kita, tidak tau orang mana yang saling cemooh dengan kita, apalagi menjelang pilpres ini rentan menimbulkan konflik antar masyarakat,” imbuh Sodik.

Bagi Sodik, menjaga kerukunan sesama warga negara baik di lingkungan masyarakat atau media sosial wajib dilakukan semua orang. “Kita jaga kerukunan antar masyarakat, antar suku dan antar agama, masyarakat Indonesia ini majemuk, jadi wajar saja banyak perbedaan,” tutur Sodik.

Sebagai anggota DPR yang bermitra langsung dengan Kementerian Agama dan Kementerian Sosial, lanjut Sodik, dirinya merasa memiliki kewajiban penuh untuk selalu mengajak dan mengingatkan masyarakat untuk hidup rukun dan berdampingan.

“Saya di DPR bermitra dengan Kemenag dan Kemensos. Jadi saya wajib membantu dan mengawasi kebijakan pemerintah mengenai kedua hal itu,” tutur politisi Gerindra asal Jawa Barat itu.

Recent Posts

Menag: Pendidikan Pesantren Padukan Kecerdasan Akal dan Batin

MONITOR - Pendidikan pesantren tidak hanya mengembangkan kemampuan akal, tetapi juga membentuk kebersihan hati dan…

5 jam yang lalu

Kemenhaj Dalami Dugaan Jual Beli Porsi Haji di Jawa Timur

MONITOR, Surabaya — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) melalui Direktorat Jenderal Pengendalian Penyelenggaraan Haji dan Umrah…

5 jam yang lalu

IKA Trisakti Hadirkan Trisakti Peduli untuk Gerakkan Alumni Turut Pulihkan Bencana

MONITOR, Jakarta – Ikatan Alumni Trisakti (IKA Trisakti) menghadirkan Trisakti Peduli sebagai gerakan kemanusiaan yang…

5 jam yang lalu

Kemenag Atur Penggunaan Gawai di Satuan Pendidikan Keagamaan

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama mengatur penggunaan gawai di lingkungan satuan pendidikan untuk menciptakan ruang…

18 jam yang lalu

Kementerian UMKM Perkuat Kapasitas UMKM Aceh Terdampak Bencana di Takengon

MONITOR, Takengon — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperkuat pemulihan usaha masyarakat terdampak…

1 hari yang lalu

Keselamatan Jemaah Umrah Harus Diutamakan di Tengah Konflik Arab Saudi-Houthi

MONITOR, Jakarta - Komnas Haji dan Umrah meminta keselamatan jemaah menjadi prioritas utama di tengah…

1 hari yang lalu