PERTANIAN

Tangkal Hama, Kementan Minta Petani Bawang Putih Gunakan Likat Kuning

MONITOR, Magelang – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memerintahkan percepatan tanam bawang putih untuk mengejar swasembada 2021. Guna meningkatkan produktivitas, selain menggunakan benih unggul bermutu, petani agar menggunakan perangkap likat kuning untuk mengendalikan hama.

Perangkap likat kuning terbukti efektif mengurangi penggunaan pestisida karena mampu menangkap hama lebih cepat, murah dan pasti lebih ramah lingkungan,” ujar Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Prihasto Setyanto, saat mengunjungi kawasan bawang putih hasil kerjasama Kelompoktani Regek dengan importir bawang putih PT Citra Gemini Mulya, di Desa Sutopati Kecamatan Kajoran Kabupaten Magelang, (8/9).

Prihasto menjelaskan, perangkap likat kuning adalah perangkap untuk menangkap serangga yang terbuat dari plastik berwarna kuning yang dilapisi lem.

“Cara membuatnya gampang dan murah, cukup siapkan plastik berwarna kuning ukuran 15 x 21,5 cm yang dilapisi oleh plastik bening dan diolesi dengan lem tikus. Pasang dengan tiang ajir bambu. Satu hektar idealnya dipasang 40 perangkap,” tutur Prihasto.

Para petani bawang didorong Kementan untuk menggunakan likat kuning

Menurut Prihasto, Kementerian Pertanian mendorong seluruh pengembangan bawang putih, baik melalui APBN, swadaya maupun kerjasama kemitraan dengan importir, dapat mengaplikasikan teknologi sederhana dan tepat guna tersebut.

“Kita tidak mau program menuju swasembada bawang putih gagal akibat pengendalian hama dan penyakit yang asal-asalan atau tidak ramah lingkungan,” tukasnya.

Dihubungi terpisah, Direktur Perlindungan Hortikultura, Sri Wijayanti Yusuf, membenarkan penggunaan likat kuning bisa membantu mengurangi hama dan penggunaan pestisida.

“Setiap spesies serangga hama memiliki ketertarikan yang berbeda terhadap warna perangkap likat. Perangkap likat kuning efektif untuk menurunkan populasi lalat pengorok daun Liriomyza, lalat buah, kutu kebul, kutu daun dan thrips,” tutur Yanti, panggilan akrab Sri Wijayanti Yusuf.

“Perangkap likat yang terpasang pada area pertanaman bisa dijadikan sarana monitor populasi serangga hama,” imbuhnya.

Kabul, Ketua Kelompok tani Bawang Putih ‘Regek’ mengaku menggunakan likat kuning sangat membantunya menekan serangan hama.

“Pengalaman kami, penggunaan likat kuning bisa mengurangi penggunaan pestisida 10 hingga 20 persen”, ungkap Kabul.

“Dengan likat kuning, kami bisa tahu seberapa tingkat serangan hama khususnya kutu dan serangga. Dari situ kami bisa mengukur penggunaan pestisida yang wajar. Jadi tidakover dosis dan merusak lingkungan. Saya janji akan sosialisasikan ke seluruh anggota”, pungkas Kabul.

Recent Posts

Kemenag Kebut Sertifikasi 98.036 Guru, Targetkan 659 Ribu Guru Profesional

MONITOR, Jakarta - Sebanyak 98.036 guru binaan Kementerian Agama, baik PNS maupun bukan PNS, akhir…

3 menit yang lalu

Era Keemasan Baru, Prabowo dan Trump Teken Kesepakatan Dagang Strategis

MONITOR, Jakarta - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani…

4 jam yang lalu

Ngaji Pemberdayaan Perempuan di Palu: Kampus Didesak Bangun Sistem Perlindungan Nyata

MONITOR, Palu - Resonara menggelar diskusi bertajuk “Ngaji Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak” di Kota…

5 jam yang lalu

Kemenag: Tadarus Al-Qur’an Sebaiknya Pakai Speaker Dalam Sesuai Edaran

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama menanggapi insiden warga negara asing yang memprotes kegiatan tadarus pada…

11 jam yang lalu

Kementan: Harga Daging dan Ayam di Pasar Depok Tetap Stabil Selama Ramadan 2026

MONITOR, Depok - Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Depok Jaya dan Pasar…

13 jam yang lalu

Proyek JORR Mandek, Anggota DPR Ahmad Fauzi Ungkap Penyebabnya

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi V DPR Ahmad Fauzi mengungkapkan, salah satu persoalan yang mengemuka…

15 jam yang lalu