Ketua DPP Partai Gerindra, Ahmad Riza Patria (dok: Rangga Monitor)
MONITOR, Jakarta – Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Ahmad Riza Patria, menuding pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) selama ini telah menggunakan sejumlah fasilitas negara untuk memuluskan agenda kampanye.
Menurutnya, sebagai pucuk pimpinan tertinggi, Jokowi seharusnya tidak memanfaatkan jabatannya untuk agenda kampanye. Seharusnya, kata dia, Jokowi bisa memberikan contoh kepada bawahannya.
“Harapan kami pemerintah memberikan contoh yang baik ya pada masyarakat agar tidak menggunakan fasilitas negara, anggaran negara, program negara untuk kepentingan calon dengan pak Jokowi yang selama ini sudah bertahun-tahun,” kata Riza di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (30/8).
Ia menyebut, bahwa data-data mengenai aliran dana yang digunakan Jokowi selama ini agar dikroscek kembali di sejumlah bank pemerintah dan BUMN.
“Anda silahkan cek datanya di bank-bank pemerintah di BUMN banyak sekali program-program yang diperuntukan untuk kepentingan kampanye,” ujar Ketua DPP Partai Gerindra ini.
Bahkan, Riza menuding perbuatan yang dilakukan Jokowi selama ini dengan membagi-bagikan sembako kepada masyarakat telah mencuri start dalam kampanye.
“Iyalah lebih dari curi start, kalo bagi-bagi sembako kalo program-program bingkisan segala macam di bagi-bagi itu lebih dari curi start,” sebutnya.
MONITOR, Jakarta - Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof Asep Saepudin Jahar mengapresiasi kebijakan trasformatif…
MONITOR, Jakarta—Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menjalin kerja sama dengan tiga perguruan tinggi di Bandung, yakni Universitas…
Oleh: Haris Zaky Mubarak, MA* Dalam setiap episode diskursus pelemahan rupiah, satu fenomena selalu berulang…
MONITOR, Jenewa - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli memaparkan sejumlah program Presiden Prabowo Subianto untuk menyiapkan…
MONITOR, Jeddah - Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengungkap dugaan praktik…
Buya Satria Efendi Tuanku Kuniang(Wakil ketua PCNU Padang Pariaman) Nahdlatul Ulama (NU) sedang berada di…