Sekjen PPP Arsul Sani (dok: Rangga Monitor)
MONITOR, Jakarta – Sekjen PPP Arsul Sani menepis kabar, masuknya sejumlah menteri Kabinet Kerja di timses pemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin akan mendongkrak suara saat kampanye.
Arsul menegaskan, para menteri memang masuk jajaran tim namun tidak diperbolehkan ikut dalam mengkampanyekan paslon.
Lebih jauh ia menjelaskan, posisi menteri didalam tim hanyalah sebagai dewan pengarah, yang sewaktu-waktu memberikan masukan kepada anggota tim pemenangan.
“Kemudian menteri atau pejabat bersangkutan jadi dewan pengarah. Tentu dengan tidak boleh ikut berkampanye dengan cara yang melanggar peraturan,” ujar Arsul kepada MONITOR.
Sementara itu, saat disinggung kalau kubu koalisi Pemerintah bakal diperuntungkan karena memiliki dukungan yang masif, terstruktur dan tersistematis, Arsul membahtah hal tersebut.
“Saya kira tidak juga karena menjadi orang dibarisan bukan petahana lebih diuntungkan karena bisa menyerang apa saja. Jadi tentu ada plus minus di masing-masing,” tandasnya.
MONITOR, Makkah - Operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M memasuki hari ke-56. Seiring berjalannya…
MONITOR, Jakarta – Momentum Tahun Baru Islam 1448 Hijriah hendaknya tidak dimaknai sekadar sebagai pergantian…
MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani meminta Pemerintah menyiapkan langkah antisipatif menyusul prediksi…
MONITOR, Jakarta - Menyambut Tahun Baru 1 Muharam 1448 Hijriah, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian terus memacu percepatan transformasi digital sektor manufaktur nasional sebagai langkah…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher mengingatkan pemerintah untuk mewaspadai…