Sekjen Kemendagri Hadi Prabowo (dok: Rangga Monitor)
MONITOR, Jakarta – Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah, menuding pemerintah pusat lepas tangan terkait surat edaran permintaan bantuan bagi bencana gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Sayangnya, tudingan itu ditepiskan oleh Sekjen Kemendagri Hadi Prabowo. Ia membantah bahwa pemerintah saat ini lepas tangan dengan bencana yang terjadi di Lombok.
“Bukan lepas tangan. Kalau lepas tangan ngapain Pak Presiden datang, tidur di sana, solat di sana. Ini kan semuanya pakai proses, dihitung dulu. Apakah kriteria-kriterianya sudah bisa masuk, kedua apakah kaitannya pelayanan masyarakat tertunda atau terhambat atau tidak terlayani, apakah mobilitas distribusi logistik itu terkendala,” kata Hadi di Kantor Kemendagri, Jl Medan Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (21/8).
Hadi menuturkan, semua proses dan persiapan logistik bantuan sedang direncakan oleh pemerintah pusat. Tak hanya itu, dari masing-masing kementerian terkait juga sudah mengatur untuk pemberian bantuan tersebut.
“Semuanya kan tak terkendala, hanya memang kaitannya bencana ini kan bukan bencana yang tiba-tiba muncul, (ini kan ada) susulan-susulan. Lah ini kan Pak Menteri (Tjahjo Kumolo),” ujarnya.
“Pak Presiden kan sudah perintahkan bangun perumahan, Kementerian PUPR sudah diminta, siap dalam satu dua minggu. Kemudian tahap rekonstruksi, itu nanti sudah diatur oleh kementerian terkait,” tambahnya.
MONITOR - Pendidikan pesantren tidak hanya mengembangkan kemampuan akal, tetapi juga membentuk kebersihan hati dan…
MONITOR, Surabaya — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) melalui Direktorat Jenderal Pengendalian Penyelenggaraan Haji dan Umrah…
MONITOR, Jakarta – Ikatan Alumni Trisakti (IKA Trisakti) menghadirkan Trisakti Peduli sebagai gerakan kemanusiaan yang…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama mengatur penggunaan gawai di lingkungan satuan pendidikan untuk menciptakan ruang…
MONITOR, Takengon — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperkuat pemulihan usaha masyarakat terdampak…
MONITOR, Jakarta - Komnas Haji dan Umrah meminta keselamatan jemaah menjadi prioritas utama di tengah…