PERTANIAN

Kementan Hasilkan Hak Paten Terbanyak di Indonesia

MONITOR, Bogor – Kementerian Pertanian melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) terus berupaya menciptakan berbagai inovasi di sektor pertanian.

Berdasarkan data resmi Ditjen Kekayaan Intelektual Kemenhumham, Balitbangtan tercatat sebagai lembaga penghasil paten granted (paten yang telah dijamin negara) terbesar di Indonesia. Hal ini tidak terlepas sebagai salah satu upaya mendukung percepatan swasembada pangan, dan visi Indonesia menjadi Lumbung Pangan Dunia 2045.

“Hingga Juli 2018 tercatat total ada 153 hak paten dihasilkan,” kata Kepala Balitbangtan, Muhammad Syakir, saat peresmian Wahana Promosi Teknologi Balitbangtan Bernilai Kekayaan Intelektual di Balai Pengelola Alih Teknologi Bogor, Kementerian Pertanian, Senin (13/8).

Selama kurun waktu tiga setengah tahun terakhir, mulai tahun 2015 sampai dengan Juli 2018, Kementerian Pertanian telah mencatatkan 110 paten granted.

Syakir menuturkan, capaian terhadap hak paten ini meningkat tajam dibandingkan dengan 4 tahun sebelumnya, kurun waktu 2011 hingga 2014, yang hanya 34 paten atau meningkat sebesar 320%.

“Salah satu indikator percepatan penciptaan teknologi dicirikan dengan tingginya capaian invensi bernilai kekayaan intelektual. Kami ucapkan selamat dan apresiasi luar biasa atas kerja keras dan ikhlas para inventor melalui pendampingan Balai Pengelola Alih Teknologi Pertanian (BPATP) mampu mencapai ini semua,” ucap Syakir seraya mengapresiasi.

Para peneliti yang berada dalam naungan Balitbangtan terus berlomba dalam menciptakan temuan baru (invensi). Sehingga diharapkan kedepan bisa menopang teknologi pertanian untuk dimanfaatkan sebesar-besarnya pada peningkatan produksi sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani. Hal ini sesuai dengan tema Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke 23 tahun 2018 yang salah satunya mengusung tema kemandirian pangan.

Kementerian Pertanian melalui Balitbangtan juga berhasil memformulasikan kembali perjanjian lisensi eksklusif terhadap hak paten diubah menjadi non eksklusif untuk mendorong percepatan inovasi.

Klausul ini sudah berjalan dimulai pada akhir 2016. Kinerja untuk percepatan alih teknologi melalui perjanjian lisensi inipun menunjukkan peningkatan cukup signifikan pada tiga setengah tahun terakhir, tahun 2015 hingga Juli 2018, yaitu dengan 139 perjanjian lisensi ditandatangani atau meningkat sebesar 220% dibandingkan pada empat tahun terakhir yang hanya 68 perjanjian.

Sebagai bentuk apresiasi pemerintah terhadap para pemegang lisensi, Kementerian Pertanian telah menyalurkan royalti setidaknya 18 Milyar kepada para pegang lisensi. Royalti tersebut mulai tahun 2016 sudah dapat dinikmati langsung oleh para inventornya.

Pada tiga tahun terakhir (2016-2018 yang merupakan hasil produksi 2015-2017), kompensasi royalti yang berhasil diterima oleh Balitbangtan mencapai Rp 12,8 M atau meningkat 260% dibandingkan pada tiga tahun sebelumnya (hasil produksi 2011-2014) yang hanya Rp 4,7 M.

“Harapannya ‘Wahana Promosi Teknologi Balitbangtan bernilai kekayaan intelektual’ menjadi jembatan penghubung pemanfaatan inovasi teknologi pertnian secara luas oleh masyarakat melalui sinergi yang harmonis dengan para mitra usaha,” imbuhnya.

Peresmian “Wahana Promosi Teknologi Balitbangtan bernilai kekayaan intelektual” merupakan rangkaian kegiatan Agro Inovasi Fair (AIF) yang berlangsung selama enam hari sejak tanggal 8 hingga 13 Agustus 2018.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyelenggaaran Bimtek pengelola Hak Kekayaan Intelektual (HKI) untuk peneliti dalam penciptaan dan tata kelola HKI dilanjutkan dengan rangkaian kegiatan ekspose-klinik agribisnis serta bazar, Bimtek teknologi Balitbangtan yang diantaranya bernilai Kekayaan Intelektual (KI) bagi masyarakat, temu bisnis serta talk show.

Dalam kesempatan tersebut juga diluncurkan alat inseminasi buatan tipe semprot yang diperuntukkan bagi unggas. Teknologi ini dinilai cocok untuk
program Bekerja (Bedah Kemisminan, Rakyat Sejahtera) Kementan yang salahsatu tumpuannya adalah memberikan 50 ekor ayam per keluarga kepada keluarga pra sejahtera di pedesaan.

“Selanjutnya di penghujung AIF, saya luncurkan salah satu invensi ungggulan Balitbangtan yaitu alat inseminasi buatan tipe semprot untuk unggas yang dihasilkan tahun ini, dan langsung sudah ada mitra untuk pengembangannya serta kita masifkan untuk dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujar Syakir sebelum menutup kegiatan tersebut.

Realisasi penemuan yang selama ini telah menghasilkan berbagai macam lisensi dan apresiasi berupa royalti kepada para penemu teknologi tersebut merupakan salah satu bentuk keseriusan Kementerian Pertanian dalam memajukan pertanian Indonesia. Dengan potensi alam yang berlimpah, dan dukungan sumber daya manusia serta teknologi unggul, bukan tidak mungkin Indonesia menjadi Lumbung Pangan Dunia 2045.

Recent Posts

Kementerian UMKM dan BEI Buka Akses Pasar Modal bagi Usaha Menengah Lewat Go Public Academy

MONITOR, Jakarta – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama PT Bursa Efek Indonesia…

3 jam yang lalu

UIN Jakarta Dukung Diplomasi Keislaman Kawasan melalui Seminar Kertas Tema SOM MABIMS ke-50

MONITOR, Jakarta— Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Seminar Kertas Tema dalam rangka…

6 jam yang lalu

Indonesia Tuan Rumah SOM MABIMS ke-50, Menag Ajak Empat Negara Bangun Masyarakat Islam Berkeadaban

MONITOR, Jakarta - Indonesia menjadi tuan rumah Senior Officials Meeting (SOM) ke-50 Menteri Agama Brunei…

22 jam yang lalu

Ponpes Hamalatul Qur’an Sukoharjo Belum Berizin, Gugun Gumilar Dukung Penegakan Hukum Transparan

MONITOR, Jakarta – Kementerian Agama (Kemenag) menegaskan bahwa lembaga Hamalatul Qur’an yang berada di Sukoharjo…

24 jam yang lalu

Rokhmin Dahuri: Modernisasi Pertanian Harus Tingkatkan Produktivitas dan Kesejahteraan Petani

MONITOR, CIREBON - Modernisasi pertanian melalui mekanisasi menjadi salah satu kunci meningkatkan produktivitas sekaligus memperbaiki…

1 hari yang lalu

Mazz Reza Pranata: Pemuda Harus Kuasai Ilmu, Skills, dan Jiwa Kewirausahaan

MONITOR, BOGOR - Seorang pemimpin tidak cukup hanya mengandalkan kecerdasan intelektual dan idealisme. Mereka juga…

2 hari yang lalu