Telkom Tawarkan Konsep Smart City Berbasis Mitigasi Bencana

Senior Manager Smart City Development Telkom, Wahyudi Kala saat menjadi pembicara di Seminar ke IV aerta rapat kerja untuk menyukseskan Indonesia-Indian Ocean Local Government Forum (IIOLGF)

MONITOR, Padang – PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) menawarkan penerapan konsep Smart City berbasis mitigasi bencana bagi daerah yang rawan dengan potensi bencana alam.

Senior Manager Smart City Development Telkom, Wahyudi kala mengatakan bahwa pada dasarnya konsep Smart City Telkom adalah berbasis kearifan lokal daerah dan harus sesuai dengan the most painful problem (permasalahan utama) untuk setiap daerahnya yang di branding dengan nama Smart City Nusantara.

Dikatakan Wahyudi, konsep Smart City yang berbasis Safe City dengan menerapkan siklus Prevent (menghindari), Respond (menanggapi), Investigate (Investigasi) untuk setiap kasusnya.

Dengan siklus tersebut, diharapkan setiap kota atau kabupaten yang mengalami keadaan darurat khususnya karena bencana, dapat menanggulangi setiap kejadiannya dengan efektif sehingga dapat memberikan rasa aman kepada masyarakatnya.

Dijelaskannya, konsep Safe City harus didukung dengan layanan–layanan yang bersifat realtime monitoring selama 24 jam, di antaranya Citizen Contact Center, Surveillance Monitoring, Early Warning System, Integrated Operation Center & Quick Response Incident Management.

Kelima layanan tersebut akan memberikan informasi realtime mengenai keadaan sebagai Decision Support System bagi para petinggi daerah dalam melakukan tindakan.

“Telkom memiliki sebuah wahana untuk Pemerintah Daerah agar dapat memulai dan mengembangkan solusi Smart City yang diberi nama Living Lab Smart City Nusantara (LL SCN) yang di dalamnya terdapat banyak solusi Smart City yang dapat di utak-atik langsung oleh Pemerintah Daerah sehingga dapat menggambarkan situasi sebuah daerah pada saat telah mengimplementasikan solusi tersebut,” kata Wahyudi saat menjadi pembicara di Seminar ke-IV serta Rapat Kerja untuk menyukseskan Indonesia-Indian Ocean Local Government Forum (IIOLGF) dengan tema ‘Smart City Berbasis Mitigasi Bencana di Padang, Senin (13/8).

Di tahun 2018, beberapa Pemerintah Daerah dari Provinsi Sumatera Barat sudah melakukan kunjungan ke LL SCN di antaranya Pemkab Solok, Pemkab Tanah Datar, Pemkot Payakumbuh dan yang terakhir adalah Pemkot Padang yang dihadiri oleh DPRD Kota Padang.

Melalui Smart City Nusantara, Telkom melakukan edukasi kepada setiap Pemerintah Daerah bahwa implementasi ICT dalam lingkungan Pemerintah Daerah, haruslah memiliki dampak yang signifikan dalam meningkatkan kinerja dan performansi daerah, sesuai yang di atur oleh UU No. 23 tahun 2014 mengenai layanan dasar Pemerintah Daerah.

Harapannya, penerapan konsep dan solusi Smart City Nusantara Telkom Indonesia, dapat memberikan dampak positif serta peningkatan kinerja untuk setiap Pemerintah Daerah di Indonesia.

“Telkom berkomitmen untuk melibatkan seluruh lapisan masyarakat dalam menemukenali solusi ICT yang tepat untuk diimplementasikan di sebuah daerah. Melalui Living Lab Smart City Nusantara yang menerapkan metode user experience untuk setiap layanan Smart City, Telkom membuka kesempatan bagi seluruh kalangan masyarakat untuk dapat berpartisipasi langsung dalam pengembangan solusi ICT berbasis Smart City,” katanya.

Acara IIOLGF ini diikuti oleh 33 Kabupaten Kota dan 5 Provinsi yang mayoritas berada di Pulau Sumatera dengan latar belakang kebencanaan yang sama yaitu gempa dan tsunami.

Selain itu turut hadir dari Kementerian Asisten Deputi Pengembangan Infrastruktur dan Wilayah Kemenko Perekonomian Nelson Simajuntak. Konjen RI Indonesia untuk Hamburg Hendra Halim dan Konjen RI Indonesia untuk Ho Chi Minh City Hanif Halim.

Acara tersebut diawali oleh sambutan Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah. Beliau menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Padang sudah melakukan langkah – langkah mitigasi baik regulasi maupun edukasi, bahkan sampai konstruksi bangunan yang aman gempa.

Pemkot mempersiapkan shelter-shelter, jalur evakuasi, memfungsikan Early Warning System (EWS) dan sosialisasi cerdas bencana.