OPINI

Dengan Hak Suara, Kini Kamilah Raja Diatas Raja

Oleh: Rival Achmad Labbaika

Kini saatnya kami berperan dan suara kami dibutuhkan sebagai kelangsungan berbangsa dan bernegara.

Sesungguhnya Keutuhan dan kelangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia telah dikembalikan ketangan kami.

Beberapa waktu yang lalu para elit politik dalam Koalisi-Koalisi yang terbentuk telah memproposed bakal calon presiden dan bakal calon wakil presiden.

Sesungguhnya kamilah “Raja diatas Raja” kamilah penentu kemana Republik ini akan bermuara atau bahkan ber-estuaria

Suara kami yang menentukan siapa yang paling pantas menduduki “Kursi Istana yang kami sediakan”.

Kami lah Raja. sebagai “Raja” seyogyanya bagi kami berdiri dan duduk lebih tinggi untuk melihat siapa diantara mereka yang pantas kami berikan kepercayaan menduduki “Kursi Istana kami itu”

Telah menjadi sebuah kepatutan bagi kami untuk melihat lebih dari sekedar nama figur,  nama-nama partai politik,  background kelompok dan organisasi, atau sekedar wajah.

Silahkan berikan pada kami program kerja yang akan menjadi nyata, kami tak butuh janji, kini saatnya kami berdiri sebagai pemilik bangsa ini karena suara kami adalah milik kami, hak asasi kami, bangsa ini bangsa kami

Sudah bukan zamannya kami mendapati proposal program diatas kertas. Atau slide presentasi program yang berawal dengan kalimat “Nanti jika terpilih” atau ‘ini yang sudah dan telah dilakukan”.

Percayalah kami tahu bahwa semuanya yang ada saat ini tak lebih dengan “diawali dari dan kemudian diteruskan oleh” kami tahu bahwa tidak ada satupun konsep pembangunan itu diputuskan dalam waktu tiga atau empat tahun sebelumnya. Semuanya telah berproses sebelumnya dan berkelanjutan kemudian. Jadi janganlah gunakan kalimat rezim sebagai pembenaran atau ke”Aku”an .

Yang ada saat ini adalah baik, karena telah diawali dengan baik, agar yang baik menjadi lebih baik.

Dan ada pun yang kurang baik dan harus diperbaiki agar menjadi baik dan lebih baik lagi. Maka sudah sebuah keharusnya kami memiliki dan memilih “pelaksana tugas yang baik atau bahkan lebih baik lagi”.
Jika yang kami terima adalah si A jelek karena sudah ada berkesempatan tapi ini dan itu. Dan Si B lebih jelek karena belum pernah ini dan itu lalu kenapa akhirnya kami harus percaya diantara salah satunya?

Kami sudah dewasa dan pengalaman hidup kami telah menjalani 6 pemimpin negara terpilih.

Kami orang dewasa jadi kurang tepat bagi orang dewasa membawa Pesta Demokrasi kami sebagai sarana dagelan layaknya anak Taman kanak kanak dengan gambar-gambar yang bahkan tidak lucu sama sekali.

Pertanyaannya apakah dengan gambar-gambar dan atau kalimat-kalimat sindiran itu Negara Kesatuan Republik Indonesia ini akan berdiri dengan kokoh,  perekonomian serta kesejahteraan rakyatnya akan terpenuhi?. Tak perlu memberikan informasi tanpa dasar dan data yang kuat karena kami ada dalam industri media online dimana networking kami tersebar hingga ke pelosok negeri ini.

Dewasalah dan cerdaslah kami mungkin lebih tahu dari apa yang kalian tahu. Informasi dan keterbukaan serta latahnya sebagian besar pelaku negara ini di media sosial jadi gambaran besar “apa mengapa, dan bagaimana hingga menjadi”

Berikan atau proposedlah program kerja nyata,  kami sudah pintar, bahkan tingkat pendidikan kami pun sama bahkan ada yang malah lebih tinggi.

Kami adalah Raja diatas Raja saat ini.

 

*Penulis adalah Ketua Umum Aliansi Jurnalistik Online (AJO) Indonesia

Recent Posts

Rapim Kemenag DKI Jakarta, Kabiro SDM Sebut Kepemimpinan Level 5

MONITOR, Jakarta— Kepala Biro SDM Sekretariat Jenderal Kemenag RI, Muhammad Zain menegaskan pentingnya lompatan kinerja…

1 jam yang lalu

Bebas OPTK, 188,7 Ton Cengkih Asal Natuna Berlayar ke Semarang

MONITOR, Batam - Jaminan kesehatan komoditas bebas dari organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK), kumbang tanduk…

2 jam yang lalu

Hasil Seleksi Pelatihan Vokasi Nasional Batch 2 Diumumkan 18 Juni 2026, Peserta Diminta Pantau Skillhub

MONITOR, Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) akan mengumumkan hasil seleksi Program Pelatihan Vokasi Nasional (PVN)…

3 jam yang lalu

Takziah ke Keluarga Petugas Haji di Malang, Wamenhaj Apresiasi Dedikasi Cak Imin Tetap Bertugas di Tanah Suci

MONITOR, Malang - Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengunjungi rumah…

20 jam yang lalu

Komisi Kesehatan DPR Harap Pemerintah Segera Realisasikan Pemutihan Tunggakan Iuran BPJS

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini berharap Pemerintah segera merealisasikan…

20 jam yang lalu

Banyak Kasus Badal Haji Fiktif, DPR Dorong Digitalisasi Layanan dan Perketat Pengawasan Petugas

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi VIII DPR RI, KH Maman Imanulhaq menyoroti banyaknya temuan terkait…

20 jam yang lalu