ENERGI

B20 Dapat Dimanfaatkan untuk Kendaraan Operasional Pertambangan

MONITOR, Tabalong – Pemerintah saat ini tengah menggodok Peraturan Presiden tentang penggunaan bauran minyak sawit dengan bahan bakar solar sebesar 20 persen atau B20.

“Salah satu comparative advantage yang kita punya adalah Crude Palm Oil (CPO), untuk itu Bapak Presiden sudah memerintahkan bahwa biosolar itu kandungan minyak kelapa sawit akan 20 persen. Sekarang ini sedang digodok peraturannya,” ungkap Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Wamen ESDM) Arcandra Tahar di Jakarta, Kamis (9/8) lalu.

Dengan menggunakan B20, terdapat penghematan devisa negara dalam jumlah besar yang didapat dari berkurangnya impor bahan bakar Solar.

Tahap awal, konsumsi B20 diwajibkan kepada kendaraan bersubsidi atau public service obligation (PSO) seperti kereta api. Nantinya, pemberlakuan B20 akan diterapkan di semua sektor termasuk industri manufaktur, tambang, pembangkit listrik hingga kendaraan pribadi. Pemerintah berharap, pada awal September ini B20 sudah bisa mulai diterapkan.

Penggunaan B20 pada kendaraan operasional pertambangan telah dilakukan oleh PT Adaro Energy Tbk. Hal ini diketahui saat tim www.esdm.go.id berkesempatan mengunjungi lokasi pertambangan batu bara milik PT Adaro Energy di Tanjung Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan, Jumat (10/8) kemarin. PT Adaro telah menjalankan pilot project program pengembangan B20 dari minyak sawit sejak 2011 lalu.

Supervisor Biodiesel Fuel Plant Adaro Kharis Pujiono mengungkapkan, program pengembangan B20 adalah kerja sama antara Adaro, Komatsu, dan United Tractors. Adapun kendaraan yang diuji coba menggunakan campuran B20 berupa Dump Truck pengangkut batubara.

“Percobaan pertama di 2 unit alat berat, yaitu untuk dump truck tipe HD785,” ujarnya.

Kharis menambahkan, kapasitas pabrik biofuel Adaro mampu memproduksi perpaduan solar dengan minyak sawit sekitar 6.400 liter per hari. Sedangkan konsumsi masing-masing unit dari dump truck mencapai hingga 3.600 liter per hari.

“Kalau kapasitas pabrik itu 1,1 ton per hari, kalau diblend dengan CPO jadi 5,5 ton per hari,” jelasnya.

Selain uji coba menggunakan minyak Sawit, Kharis menuturkan bahwa mulai tahun 2016, Adaro juga melakukan uji coba mengolah minyak jelantah menjadi campuran solar sebesar 20% yang diterapkan pada 6 unit kendaraan kecil dengan kapasitas mesin 2000 cc, dengan konsumsi per unit sekitar 350 liter dalam setahun.

“Minyak jelantah dipasok dari lingkungan tambang, seperti minyak (bekas) catering yang ada di adaro, yang digunakan karyawan sehari hari,” jelas Kharis.

Menurutnya, sejak uji coba tidak ada keluhan dari para pengemudi dalam penggunaan B20 di kendaraanya, bahkan ada yang menginformasikan menggunakan B20 lebih irit.

“Ini yang masih kita analisa, kita analisa konsumsi harian berapa, dan masih ada evaluasi dalam waktu dekat ini,” pungkasnya.

Recent Posts

Analis Intelijen dukung Polri Tetap di bawah Presiden, ini Alasanya

MONITOR, Jakarta - Analis intelijen, pertahanan, dan keamanan Ngasiman Djoyonegoro mengapresiasi langkah DPR RI yang…

3 menit yang lalu

IKI Cetak Rekor Tertinggi dalam 49 Bulan

MONITOR, Jakarta - Kinerja sektor industri pengolahan nasional mengawali tahun 2026 dengan tren yang semakin…

2 jam yang lalu

Pemerintah Integrasikan Data Lintas Kementerian demi Pemerataan Guru

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama bersama jajaran kementerian di bawah koordinasi Kemenko PMK terus melakukan…

6 jam yang lalu

Panglima TNI Lantik 260 Perwira Prajurit Karier Progsus 2026

MONITOR, Jakarta - Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal TNI Agus Subiyanto melantik dan mengambil…

7 jam yang lalu

Kemenag Gelar Sidang Isbat Awal Ramadan 1447 H pada 17 Februari 2026

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama akan menggelar Sidang Isbat awal  Ramadan 1447 Hijriah pada 17…

10 jam yang lalu

Kasum TNI Tinjau Pembangunan Huntara dan Huntap di Tapanuli Selatan

MONITOR, Jakarta - Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Richard Tampubolon selaku Wakil Ketua…

14 jam yang lalu