Ilustrasi
MONITOR, Depok – Kasus stunting (anak tumbuh kerdil akibat kurang gizi) harus menjadi perhatian Pemerintah Kota Depok. Pasalnya, penderita stunting di Kota Depok cukup tinggi, yakni mencapai 8.000 anak.
Demikian disampaikan oleh Bakal Caleg DPR RI Dapil VI Jabar, Ferry Batara Manurung, saat berdialog dengan warga Beji, Kota Depok, Selasa (7/8/2018).
“Pembenahan dari sisi kesehatan terutama kasus stunting masih tinggi yakni di angka 8.000 anak,” tuturnya.
Selain kasus stunting, lanjutnya, Pemkot Depok juga perlu memperhatikan masalah gizi buruk lainnya seperti underweight (berat badan di bawah rata-rata) yang mencapai 8,6 persen, wasting (kurus) 5,4 persen, dan obesitas (kegemukan) 7,8 persen.
“Pencapaian ASI eksklusif juga perlu ditingkatkan karena baru mencapai 42,6 persen,” sambung Ferry.
Sedangkan data kekerasan terhadap anak yang ditangani oleh Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Depok, ungkap Ferry pada tahun lalu sebanyak 60 kasus.
“Dan kasus paling tinggi kekerasan seksual sebanyak 40 kasus,” terangnya.
Ferry berharap Walikota Depok berkomitmen dalam melakukan upaya komprehensif dalam penanganan stunting dan gizi buruk lainnya.
“Untuk mewujudkan Kota Layak Anak maka kasus stunting harus bisa diselesaikan,” pungkasnya.
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi II DPR RI, Mardani Ali Sera menyampaikan keprihatinan atas insiden…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher menyampaikan keprihatinan mendalam atas…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI Nurhadimempertanyakan komitmen Pemerintah dalam mewujudkan kemandirian vaksin…
MONITOR, Jakarta — UIN Syarif Hidayatullah Jakarta resmi menjadi tuan rumah International Seminar and The…
MONITOR, Jakarta - Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso menilai terdapat sejumlah kejanggalan…
MONITOR, Jakarta — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan bahwa Indonesia masih menghadapi tantangan dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan…