MEGAPOLITAN

Bamus Betawi Ikut Menolak Kehadiran Rocky Gerung di ILC

MONITOR, Jakarta – Penolakan terhadap pengamat Rocky Gerung hadir di acara Indonesia Lawyer Club (ILC) semakin meluas. Ketua Badan Musyawarah (Bamus) Betawi, Zainuddin, mengatakan pihaknya sependapat dengan Ketua Umum Forum Komunikasi Masyarakat Jakarta, yang juga mantan Kasat Pol PP DKI Harianto Badjoeri, yang menolak kehadiran Rocky Gerung.

Sebelumnya Harianto berpendapat bahwa pengamat Rocky Gerung tak pantas untuk duduk di acara ILC, karena komentarnya dinilai provokatif.

“Saya kira tepat apa yg disampaikan oleh Mas Harianto Badjoeri meminta kepada ILC untulk tidak mengundang Rocky Gerung. Masih banyak akademisi lain yang lebih tepat untuk membuat pencerahan yg lebih baik dan berimbang antara kritik dan fakta dalam menyoroti pemerintah,” ujar Zainuddin kepada MONITOR.

Menurut Oding panggilan akrabnya, di alam demokrasi semua boleh bersuara secara terbuka asal disampaikan secara proporsional.

“Mana kekurangannya dan mana keberhasilannya. Bukan yang jeleknya aja yang disampaikan. Apalagi kejelekan yang disampaikan itu tanpa data dan fakta.  Sekali lagi saya setuju apa yang disampaikan oleh Mas Harianto Badjieri. Beliau ini jarang bicara loh, mungkin beliau merasa sudah waktunya hal seperti ini beliau sampaikan,” ungkap Oding.

Onding yang juga menjabat sebagai anggota DPRD Jakarta ini, mengajak semua pihak, agar bisa menahan diri untuk tidak melakukan tindakan-tindakan yang bisa menimbulkan kebencian dan perpecahan. Politisi Golkar ini pun menyorot adanya hastag #2019GantiPresiden.

“Mari kita hentikan, karena itu sama sekali tidak mendidik dan hanya mengkerdilkan makna berdemokrasi. Sebaiknya kita lakukan proses politik dengan obyektif dan fair,” ujarnya.

Disebutkan Oding, sebaiknya proses polotik diserahkan kepada hak prerogatif rakyat yang akan menilai, apakah presiden berhasil atau tidak.

“Rakyat sekarang sudah pinter dan tahu siapa yang mereka harus dipilih. Penggiringan opini melalui hastag seperti itu tidak dewasa dan tidak mendidik. Saya kuatir nanti akan tumbuh hastag serupa dalam level yang lebih rendah seperti #GantiGubernur, walikota dan bisa saja #GantiRW, #GantiRT. Bisa gak karuan negeri ini. Karena itu mari kita berpolitik dengan santun dan  berbudaya berdasarkan pancasila demi persatuan dan persaudaraan bangsa indonesia,” pungkasnya.

Recent Posts

Kemnaker Mulai Siapkan Peta Jalan Tata Kelola PRT

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mulai menyiapkan peta jalan tata kelola Pekerja Rumah Tangga…

14 jam yang lalu

Kemenhaj Perketat Pengawasan Travel Umrah

MONITOR, Jakarta - Lonjakan kasus penipuan dan penggelapan dana perjalanan ibadah kembali menjadi sorotan serius seiring…

15 jam yang lalu

Kemenag Salurkan Rp65,2 Miliar Bantuan untuk Pemulihan Pesantren Terdampak Banjir Aceh

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) telah menyalurkan bantuan senilai Rp65,2 miliar untuk mendukung pemulihan…

24 jam yang lalu

ICFA 2026: Rokhmin Dahuri dorong Transformasi Akuakultur Menuju Ekonomi Biru Berkelanjutan

MONITOR, MIRI, SARAWAK - Masa depan akuakultur global tidak cukup hanya diarahkan pada peningkatan produksi…

1 hari yang lalu

Komisi XI DPR Tagih Komitmen BI Dorong Lapangan Kerja dan Ekonomi Daerah

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Marwan…

1 hari yang lalu

50 Persen Travel Umrah Tak Aktif, Kemenhaj Rombak Aturan dan Digitalisasi Perizinan

MONITOR, Jakarta — Tata kelola penyelenggaraan ibadah umrah di Tanah Air mendesak untuk dibenahi secara menyeluruh…

1 hari yang lalu