Fahri Hamzah Prediksi Koalisi Pilpres Bakal Bubar Sebelum Waktunya

1015
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah (dok: Rangga Monitor)

MONITOR, Bekasi – Aturan Presidential Threshold atau ambang batas pencalonan presiden sebesar 20 persen membuat sejumlah partai politik galau. Buktinya hingga kini beberapa parpol belum menentukan arah koalisi lantaran tersandung aturan tersebut.

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah pun membenarkan bahwa platform koalisi partai politik jelang Pilpres 2019 rumit. Dikatakan Fahri, apabila syarat Presidential Treshold (PT) 20 persen dihapuskan, maka koalisi yang sudah terbentuk terancam bubar.

“Selain rumitnya platform, juga karena tidak ada kesepakatan dari Mahkamah Konstitusi (MK) terkait judicial review PT. Jika MK melahirkan keputusan nol persen, maka koalisi akan bubar,” kata Fahri di Bekasi, Sabtu (14/7).

Tak hanya itu, ia pun mengungkapkan prediksi lain yang akan muncul ketika PT 20 persen dihapuskan. Ia menyebut, trend yang muncul jika PT 20 persen dihapus, akan banyak calon yang maju. Hal itu, dikatakan Fahri, baik bagi proses demokrasi Indonesia.

“Saya berpikir bahwa trendnya akan ke arah sana (banyak calon yang muncul). Karena itu positif bagi perkembangan suasana pemilihan yang demokrasi,” ujarnya.

Fahri juga angkat bicara mengenai peluang koalisi antara Gerindra dan Partai Demokrat (PD). Fahri mengatakan, PD sangat berhati-hati dalam menentukan koalisi dan meminimalisir kemungkinan kalah telak.

“Dia (PD) juga nggak mau koalisi kalau kalah, karena ini ‘sudden dead’. Artinya, kalau bisa dua poros kan, langsung kalah,” pungkasnya.