EKONOMI

Pertamina Resmikan Program Lansia SELAMAT di Kampung Hijau Surabaya

MONITOR, Surabaya – Pertamina meresmikan program CSR Lansia SELAMAT (Sehat Langgeng dan Bermanfaat) dan program kampung HSSE di Kampung Hijau Pertamina, RW 04 Kelurahan Jagir, Surabaya.

Kegiatan ini juga merupakan acara puncak dari kegiatan Lomba Kampung Hijau dan Asri yang diikuti oleh lima RT di wilayah RW 04 Kelurahan Jagir dan Lomba Paduan Suara antar lansia di kampung tersebut.

Lomba ini dimaksudkan untuk mengasah kreativitas warga agar terus semangat mempertahankan gelar sebagai kampung terinovatif dan juara Green and Clean di tingkat kota Surabaya.

Operation Head TBBM Surabaya Grup, Rully Marzuli menjelaskan bahwa program lansia SELAMAT (Sehat Langgeng dan Bermanfaat) merupakan kelanjutan dari program Lansia Sehat yang sudah berjalan pada tahun sebelumnya.

Banyaknya jumlah lansia di Kampung Hijau Pertamina, menjadi suatu nilai tambah tersendiri untuk mendukung program-program yang saat ini sudah berjalan di kampung hijau.

“Minat para lansia di kam­pung ini sangat tinggi untuk ikut aktif pada kegiatan lain yang ada di kampung hijau seperti program hidroponik, UKM jamu dan beberapa kegiatan produktif lainnya,” ujar Rully, Senin (2/7).

Menurut Rully, sesuai dengan namanya, program Lansia Selamat terbagi ke dalam tiga aspek pokok ke­giatan atau program untuk para lansia.

Pertama, program Sehat, antara lain, penyuluhan kesehatan oleh dokter, pelaksanaan medical check up secara rutin, pemberian vitamin dan makanan bergizi dan kegiatan senam sehat lansia.

Kedua, program Langgeng yang dimaksudkan agar pa­ra lansia tetap semangat men­jalani hari tua, seperti kegiatan sosialisasi dan motivasi oleh tim motivator, kegiatan benchmark­ ke lokasi-lokasi lain yang sejenis.

Terakhir, program Manfaat, aspek manfaat disini ditunjang dengan pembuatan kelompok-kegiatan yang beranggotakan para Lansia untuk diberdayakan dalam pengelolaan lingkungan dan masyarakat di kampung hijau Pertamina.

“Kelompok kegiatan yang telah dibentuk, antara lain program IPAL lansia Selamat, program hydroponik lansia SELAMAT, budidaya jamur dan lele lansia SELAMAT, rombong sejahtera lansia SELAMAT, pembuatan kerajinan barang bekas Lansia SELAMAT, serta program kampanye Lansia SELAMAT ke lokasi lain dengan tujuan untuk memotivasi lansia-lansia di lokasi lain,” paparnya.

Program-program tersebut memotivasi para lansia untuk menjaga kesehatan dan aktif mendukung program-program Kampung Hijau Pertamina.

Program lainnya yang banyak diminati, seperti kegiatan bercocok tanam dengan metode hidroponik.

“Hasil sayuran organik hasil dari bercocok tanam ini dimanfaatkan kembali oleh para lansia. Selain itu program UKM jamu tradisional juga banyak diikuti oleh mereka,” imbuh Rully.

Dalam peresmian tersebut, para lansia ikut serta menampilkan drama yang berjudul Ande-ande Lumuten. Mereka tetap terlihat energik beradu akting dengan pemeran lain yang tergolong masih muda.

Recent Posts

Menaker: Hakim Ad Hoc PHI Jaga Kepastian Hukum

MONITOR, Jakarta — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan pertimbangan hakim yang adil dan jelas menjadi bagian…

8 jam yang lalu

Guru Besar UIN Jakarta: Rekognisi Pesantren Perlu Diikuti Afirmasi Anggaran

MONITOR, Jakarta - Rekognisi negara terhadap pesantren perlu diterjemahkan ke dalam afirmasi kebijakan dan anggaran…

8 jam yang lalu

Kementerian UMKM Perkuat Inkubator untuk Cetak Wirausaha Berkualitas

MONITOR, Surabaya – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan pentingnya memperkuat…

18 jam yang lalu

Menag Berhentikan Prof. Muzakki sebagai Rektor UIN Surabaya

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar memberhentikan Prof. Akh. Muzakki dari tugas tambahan sebagai…

18 jam yang lalu

Wamenaker: Pengesahan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Ditargetkan Oktober 2026

MONITOR, Jakarta — Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menyatakan bahwa pemerintah dan DPR RI…

19 jam yang lalu

Rokhmin Dahuri: Swasembada Pangan Harus Menyejahterakan Petani

MONITOR, Jakarta - Capaian swasembada pangan tidak cukup diukur dari peningkatan produksi dan ketersediaan pangan…

1 hari yang lalu