Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto (dok: Rangga Monitor)
MONITOR, Jakarta – Partai Amanat Nasional (PAN) hingga kini masih keberatan adanya kandidat Calon Presiden Tunggal dalam pemilu mendatang. Ketua DPP PAN Yandri Susanto meyakini, mustahil dari jumlah 260 juta penduduk Indonesia, tak satupun mampu menandingi calon petahana Joko Widodo.
“Masa sih dari 260 juta gak ada calon. pesta demokrasi yang begitu besar kok cuma 1 calon,” ujar Yandri di kediaman dinas Ketua MPR RI, Jalan Widya Chandra IV, Jakarta Selatan, Senin (25/6).
Ia pun menegaskan, partainya bersikeras tidak menginginkan terjadinya kandidat Calon Presiden tunggal. Bahkan ia juga mengaku partainya belum menentukan sikap soal akan mendukung kiprah Joko Widodo dalam kontestasi pilpres.
“Kalau PAN itu kan insyallah berkhidmat untuk menghadirkan calon alternatif. Kita gak mau calon tunggal. Kalau semua ke Pak Jokowi, berarti calon tunggal dong. Kami ingin menghadirkan pilihan kepada rakyat,” tambahnya.
Terkait sikap partai berlambang matahari putih itu, Yandri menegaskan partainya dalam menapaki pilpres mendatang tidak serta merta ingin dibilang sok gagah atau menantang arus, akan tetapi ia ingin PAN menghadirkan calon di luar Jokowi.
“Jadi PAN bukan ingin gagah-gagahan atau tantang-tantangan tapi kita ingin hadirkan mencari pemimpin. Kalau pada akhirnya PAN gak dukung Pak Jokowi bukan berarti tidak baik dengan Pak Jokowi atau bukan tidak baik dengan PDIP, tapi kami ingin memberi alternatif kepada rakyat bahwa selain Pak Jokowi ada anak bangsa yang berkhidmat untuk bangun negeri ini,” ujarnya.
Selain itu, ia teramat begitu yakin bahwa PAN dalam beberapa kesempatan menghadapi kontestasi Pilpres partainya selalu tidak pernah kekurangan kandidat dan tidak kekurangan kader untuk diusung maju sebagai calon pemimpin bangsa.
“Tidak pernah kekurangan kandidat kan dan tidak kekurangan kader. Di moment buka puasa Ramadhan kemaren kita sampaikan ada 4 calon. Bang Zul, pak Hatta, mas Tris dan pak Amin, biar saja ini bergulir toh pada akhirnya koalisi akan dibangun dengan lintas partai untuk mencukupi syarat 20 persen,” tukasnya.
“Siapa yang diusung siapa presiden siapa wakil presiden ya kita tunggu, 4 itu benar. 4 itu kader-kader dari PAN tinggal nanti siapa yang dijadikan Paslon. kita tunggu dari Partai lain,” tandas Anggota DPR Komisi II ini.
MONITOR, Jakarta - Kemenag menegaskan bahwa semua biaya untuk Pendidikan Profesi Guru (PPG) Pendidikan Agama…
MONITOR, Jakarta - Sambut puncak arus balik lebaran, Pertamina Patra Niaga terus memperkuat pemantauan dan…
MONITOR, Semarang - Atas diskresi kepolisian, PT Jasa Marga (Persero) Tbk. mendukung penuh pemberlakuan rekayasa…
MONITOR, Jakarta - Untuk mengantisipasi peningkatan volume lalu lintas wisata dan silaturahmi yang terjadi di…
MONITOR, Jakarta - Namanya Alfira Rahmadani. Siswa kelas XII Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Asahan ini…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian gencar memacu pengembangan sentra industri kecil dan menengah (IKM) di…