ENERGI

Kenaikan Harga Minyak Mentah Indonesia Diklaim Berdampak Positif

MONITOR, Jakarta – Tren peningkatan harga minyak mentah atau Indonesia Crude Price (ICP) berdampak positif terhadap penerimaan migas yang meningkat dibandingkan rencana dalam APBN 2018.

Meski penerimaan migas meningkat, tapi harga jual BBM dijamin tidak naik hingga 2019 utamanya Premium, Solar dan Minyak tanah. Sedangkan penyesuaian harga BBM jenis lainnya pun harus melalui persetujuan Pemerintah, dan diputuskan dengan mempertimbangkan daya beli masyarakat.

Sebagai informasi, harga rata-rata ICP Januari-April 2018 sebesar US$ 64,12 per barel atau lebih tinggi sekitar US$ 16 per barel dibandingka asumsi ICP dalam APBN 2018 yang sebesar US$ 48 per barel.

Berdasarkan hitungan sensitifitas APBN 2018, setiap kenaikan ICP sebesar US$ 1 per berpotensi meningkatkan penerimaan migas sekitar Rp. 4 triliun dengan catatan parameter lainnya misalnya lifting migas dan kurs tetap seperti dalam APBN 2018.

Sehingga jika dikalkulasikan, maka potensi tambahan penerimaan migas dari peningkatan ICP sekitar Rp. 64 triliun, dengan catatan parameter lainnya dianggap tetap seperti dalam APBN 2018.

Meski demikian, melambungnya harga minyak mentah secara global ini tidak membuat harga BBM utamanya solar, premium dan minyak tanah naik. Pemerintah tetap menjaga daya beli masyarakat.

“Harga BBM seperti solar, premium, minyak tanah tidak naik hingga 2019. Sedangkan penyesuaian harga BBM lainnya perlu persetujuan Pemerintah terlebih dahulu. Itu dalam rangka meningkatkan kestabilan ekonomi dan sosial masyarakat serta mempertahankan daya beli masyarakat,” ungkap Agung Pribadi, Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Selain itu, saat ini juga sedang diusulkan penambahan subsidi BBM jenis solar dari sebelumnya Rp. 500 per liter menjadi Rp. 1500 per liter.

“Perkiraan kami tambahan subsidi solar sekitar Rp. 1.000 per liter. Sekarang kan Rp. 500 per liter. Nanti usulannya ditambah Rp. 1.000 per liter menjeadi 1.500 per liter,” ungkap Direktur Jenderal Migas, Djoko Siswanto.

Recent Posts

Legislator Desak Usut Tuntas Temuan 995 Senjata di Sekolah Swasta: Ini Persoalan Serius Menyangkut Keamanan Negara

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI, Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin, meminta aparat…

4 jam yang lalu

Siswa SMP Tewas Diduga Akibat Di-bully, Waka Komisi X DPR Tegaskan Harus Ada Pembenahan Sistem yang Nyata

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani menyoroti insiden tewasnya…

4 jam yang lalu

Anggap Konten Promo Vape YouTuber Bentuk Eksploitasi, DPR Dorong Penguatan Regulasi

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi VIII DPR RI, Maman Imanulhaq menekankan pentingnya penguatan regulasi perlindungan…

4 jam yang lalu

Ramai Isu Nakes Hina Pasien BPJS, Legislator: Pasien Berhak Diperlakukan Dengan Penuh Empati

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI Nurhadi menyoroti isu sikap nirempati tenaga kesehatan…

4 jam yang lalu

Hingga Agustus 2026 Kementan Terbitkan 889 Sertifikat Hak PVT, ini Daftarnya

MONITOR, Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) baru-baru ini kembali menerbitkan Sertifikat Hak Perlindungan Varietas Tanaman…

5 jam yang lalu

Kemenag Raih Popular Government Institutions Award 2026

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama meraih penghargaan Popular Government Institutions Award 2026 dari The Iconomics. Penghargaan…

8 jam yang lalu