EKONOMI

Rupiah Anjlok, Ini Saran Komisi XI DPR ke Pemerintah

MONITOR, Jakarta- Anggota Komisi XI DPR RI Heri Gunawan menyarankan agar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (SMI) dan Bank Indonesia segera melakukan langkah preventif terkait dengan anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS).

Menurut dia, pada skala jangka pendek, misalnya. Ia menyarankan agar pemerintah bisa menaikkan suku bunga acuan oleh BI untuk memulihkan kepercayaan investor, dan itu dilakukan untuk menahan capital outflow dana asing.

“Sebab, terjadinya capital outflow akan membuat nilai tukar rupiah akan terus tertekan. Aliran modal asing yang keluar semakin tinggi. Saat ini saja, sudah mencapai Rp 8,6 triliun (year to date/ytd) sejak awal 2018,” kata Heri Gunawan dalam keterangan tertulisnya yang diterima MONITOR, Jumat (11/5).

Selain itu, sambung dia, pemerintah juga harus tetap menjaga daya beli masyarakat dengan menciptakan stabilitas harga, baik untuk Bahan Bakar Minyak (BBM), listrik maupun harga pangan. Terlebih, ia mengingatkan, menjelang bulan Ramadhan nanti.

“Di samping itu juga, bagi para pengusaha, terutama yang memiliki utang luar negeri, diharapkan untuk melakukan hedging atau lindung nilai dan bagi perusahaan yang bersiap membagikan dividen perlu mempersiapkan pasokan dolar untuk memitigasi kedepannya kurs dolar yang semakin mahal,” papar politikus Gerindra itu.

Sementara itu, pada skala menengah, pemerintah perlu mengambil kebijakan pengetatan terhadap devisa hasil ekspor yang wajib disimpan di bank dalam negeri minimum 6 bulan sehingga bisa mendorong pembelian rupiah.

Sebab, untuk diketahui, akhir Februari 2018 cadangan devisa (Cadev) tergerus cukup dalam sebesar USD3,92 miliar hanya dalam waktu 1 bulan. Tergerusnya Cadev disebabkan oleh stabilitasi nilai tukar rupiah.

“Pada skala jangka panjang, pemerintah musti mengobati masalah fundamentalnya dengan memperkuat kinerja ekonomi domestik. Pada konteks itu, pemerintah musti mengobati masalah mendasar, yaitu ancaman triple deficit,” ucapnya.

“Sebab itu pula, pemerintah perlu memperkuat fundamental perekonomian dan cadangan devisa melalui peningkatan ekspor non-migas dan devisa pariwisata,” pungkas dia.

Recent Posts

Rokhmin Dahuri: Ekonomi Biru Jadi Game Changer Indonesia Menuju 2045

MONITOR, Tanjungpinang - Indonesia dinilai memiliki modal strategis untuk memainkan peran lebih besar dalam ekonomi…

8 jam yang lalu

Tinjau Peserta TIH, Menaker Minta Buktikan Keunggulan Produk

MONITOR, Bekasi — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli meminta peserta Talent and Innovation Hub (TIH) memastikan…

15 jam yang lalu

Menjangkau Siberut Memperkuat Wirausaha Terdampak Bencana

MONITOR, Jakarta - Di tengah bentang Samudra Hindia, Pulau Siberut di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatra…

1 hari yang lalu

Guru Besar UIN Jakarta: Subkultur Pesantren Menjadi Identitas dalam Sistem Pendidikan Nasional

MONITOR - Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. H. Suwendi, M.Ag., menegaskan bahwa…

1 hari yang lalu

Analis: Listyo Sigit di KSP Perkuat Perspektif Keamanan dalam Pengawalan Pembangunan

MONITOR, Jakarta - Perpindahan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dari posisi Kapolri ke Kepala Staf…

1 hari yang lalu

Panen Padi Temanggung Tembus 10,2 Ton/Ha, Komisi IV DPR dorong Pemupukan Berimbang

MONITOR, Temanggung - Produktivitas padi di demplot seluas 5 hektare di Desa Plosogaden, Kecamatan Candiroto,…

1 hari yang lalu