NASIONAL

DPR Tanggapi Kematian Bocah saat Bagi Sembako hingga Car Free Day

MONITOR, Jakarta – Kematian dua anak kecil di Monas saat aksi bagi-bagi sembako, Sabtu (28/4) lalu menuai perhatian dari Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan.

Ada dua hal yang disorot Taufik. Pertama, ia mengucapkan belasungkawa atas insiden nahas itu. Kedua, ia berharap agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

“Kalau ada korban yang pertama tentu bela sungkawa. Yang kedua jangan sampai terjadi lagi,” kata Taufik di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (2/5).

Ia menegaskan, agar semua lapisan jangan saling memberi informasi berita yang hanya memberatkan satu sisi saja. Menurutnya, informasi harus dua sisi dan berimbang. Sehingga apabila kemudian tidak ingin menjadi sasaran jangan ikut dalam arena tersebut.

“Kalau kemudian tidak mau ambil resiko ya jangan masuk ke dalam arena risiko. Saya terus terang melihat objektif. Korban meninggal tentu sangat disayangkan. Tetapi juga jangan pula misalnya saling memberikan aksi provokasi sehingga apabila ada korban seolah-olah hanya satu pihak yang salah,” ujar Wakil Ketua Umum PAN ini.

Ia menjelaskan, apabila berkaca pada kejadian saat Car Free Day (CFD) beberapa waktu lalu. Ada rombongan aksi #2019gantipresiden yang bersiteru dengan kelompok #diasibukkerja. Menurutnya itu sudah jelas ada dua kubu masyarakat dilokasi yang bersamaan sehingga perlu ada aturan agar tidak terjadi perselisihan antara kedua kelompok tersebut.

“Kalau udah ada aksi saling provokasi seperti itu jangan pula dari satu kelompok baiknya tidak pakai kaos mereka dalam posisi dia sibuk kerja keras terus. Ya kecuali kalau siapapun itu pakai baju tidak saling memprovokasi, pakai baju sipil tapi diintimidasi baru bermasalah,” imbuh Politikus asal Semarang.

Dengan begitu, ia mengimbau agar kejadian belakangan yang terjadi di masyarakat tidak memperkeruh kerukunan yang sudah terbangun, sehingga semua dapat keadilan yang sama dimata hukum.

“Saya harap informasi ke masyarakat juga harus imbang dan adil. Saya tidak dalam kapasitas mendukung siapapun tetapi saya rasa kok ini tidak seimbang dan tidak adil dalam pemberitaannya,” tandasnya.

Dia menambahkan, dalam hal tersebut proses hukum harus berjalan secara adil dan polisi harus menyelesaikan masalah tersebut dengan terang.

“Ya harus secara hukum semuanya, tapi adil. Itu urusan polisi. Harus adil pemberitaannya, jangan kesannya penggiringan terus nanti justru memanaskan situasi,” pungkasnya.

Recent Posts

Panglima TNI Tinjau Langsung Lokasi Longsor Cisarua

MONITOR, Jakarta - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto meninjau langsung lokasi bencana tanah longsor…

2 jam yang lalu

Sambut Ramadan, Prabowo Doakan Bangsa Selalu dalam Lindungan Allah

MONITOR, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mendoakan bangsa Indonesia senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT…

3 jam yang lalu

M. Zian Fahrezi, Qari Cilik NTB Juara I MTQ Internasional Irak

MONITOR, Jakarta - Indonesia kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional. Dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an…

6 jam yang lalu

Persiapan Pelayanan Lebaran 2026, Jasa Marga dan Korlantas Polri Kolaborasi Tingkatkan Keamanan, Ketertiban dan Kelancaran di Jalan Tol

MONITOR, Surabaya - Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan A. Purwantono menyerahkan kendaraan…

11 jam yang lalu

DPR: Praktik Keparlemenan Harus Muara pada Kesejahteraan Rakyat

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua DPR RI/Kordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, Cucun Ahmad Syamsurijal, menegaskan bahwa…

14 jam yang lalu

Wamenag: Rumah Ibadah Harus Jadi Pusat Pelayanan Kemanusiaan

MONITOR, Jakarta - Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Syafi’i menegaskan bahwa rumah ibadah tidak hanya…

17 jam yang lalu